News

Keluarga Cemara Artinya

×

Keluarga Cemara Artinya

Share this article

Keluarga Cemara Artinya – Pemeran: Nirina Zubir, Ringgo Agus Rahman, Zara JKT48, Viduri Puteri Sasono, Abdurrahman Arif, Asri Velas, Gading Marten, Ario Wahab, Yasamin Jasem, Kafin Sultan, Aci Resti, Arief Didu

Euis (Zara JKT48) sedih karena Abah (Ringgo Agus Rahman) tidak bisa mengikuti kompetisi dance tersebut dimana ia dan kelompoknya berhasil menjadi juara pertama meski diwakili oleh Emak (Nirina Zubir) dan adiknya Ara (Viduri Sassono), namun Euis adalah masih sedih dan kecewa pada ayahnya yang menganggap pekerjaan lebih diprioritaskan dibandingkan dirinya.

Keluarga Cemara Artinya

Keesokan harinya, Euis masih bersikap dingin terhadap ayahnya. Sang ibu kemudian menyuruh Abah meminta maaf dan meyakinkan Euis untuk mencairkan kembali hubungan mereka. Saat Abach meminta maaf dan berjanji tidak akan mengecewakan Euis, sikap Euis mulai berubah dan dia memaafkan ayahnya. Ibu berharap Abah tidak melakukan kesalahan itu lagi. Selain itu, ibu selalu mengingatkan bahwa ulang tahun Euis akan segera tiba dan Abach harus ikut serta dalam perayaan ulang tahun kecil Euis dan tiba tidak lebih dari satu jam sebelum perayaan. Abah berjanji kali ini dia akan datang tepat waktu sesuai rencana.

Satu Lagi Kabar Duka Menyelimuti Dunia Hiburan Tanah Air, Adi Kurdi Pemeran Abah Dalam Serial Keluarga Cemara Meninggal Dunia, Ringgo Agus: ‘seorang Panutan’

Saat Abach berada di kantor kontraktor, para pekerja bangunan melakukan demonstrasi karena sudah dua bulan tidak dibayar. Ternyata modal pembangunan yang dipimpin keponakannya Fajar (Ario Wahab) dan dana tambahan untuk menyewa kontraktor dialihkan untuk berinvestasi di negara baru lainnya. Akibatnya, perusahaan kini mengalami kerugian besar karena negara baru bernama Orange City terancam bangkrut. Akibatnya, seluruh aktivitas konstruksi yang sedang dibangun terpaksa dihentikan. Ia pun harus menyerahkan kendaraan Abach kepada para pekerja kontraktor sebagai jaminan dan bentuk tanggung jawab Abach sebagai atasan.

Akibat kejadian itu, Abach pulang terlambat. Ulang tahun Euis telah dimulai. Majka dan Euis kembali kecewa dengan sikap Abach yang tidak menepati janjinya. Sesampainya di rumah, keluarga Abah terpaksa menerima kenyataan bahwa rumahnya telah disita karena Fajar telah mendaftarkan rumah Abah sebagai salah satu aset jaminan proyek Orange City. Abah sangat kecewa dengan Fajar karena keputusan itu diambilnya tanpa sepengetahuannya. Di hari yang sama Abach, Emak, Euis dan Ara segera bergegas keluar rumahnya. Sang ibu hanya bisa bersabar dan menenangkan kedua anaknya, Euisin dan Ara yang terlihat sangat sedih, kaget dengan apa yang mereka alami saat ini.

Saat ini Abach dan keluarganya masih tinggal di kantor kontraktor sambil mencari tempat tinggal lain. Di hari terakhir kerjanya, Abah memberikan pesangon kepada staf dan kontraktornya karena mereka di-PHK karena proyek tersebut ditutup. Setelah itu, Abah memutuskan untuk mewarisi rumah mendiang ayahnya di sebuah bukit terpencil yang jauh dari hiruk pikuk kota. Rumah di atas bukit sudah lama tidak dirawat. Jaraknya jauh dari kota, sinyal ponsel sulit didapat. Untuk mendapatkan sinyal yang lebih kuat, Abach dan Euis harus memanjat semua pohon pinus.

Baca Juga  Cara Mengecilkan Gelang Karet

Perubahan hidup dramatis yang dialami keluarga Abach memaksa mereka beradaptasi dengan lingkungan baru yang lebih sederhana. Keadaan keuangan Abah dan ibunya semakin terpuruk. Abah memutar otak mencari cara untuk mendapatkan uang, meski ia harus bekerja sebagai tukang bangunan bersama teman masa kecilnya, Romli (Abdurahman Arif). Ibu juga seperti itu. Ibu membuat kue buram dan Euis membantunya menjualnya di sekolah. Awalnya Euis menentang penjualan sekolah tersebut, namun demi membantu keuangan keluarga, Euis akhirnya ingin menjualnya. Keluarga Abah menghadapi cobaan yang tak ada habisnya. Di tengah pekerjaannya, Abach mengalami kecelakaan dan kakinya patah. Akibatnya, Abach tidak bisa lagi bekerja sebagai kuli bangunan dan harus istirahat total hingga kakinya sembuh.

Keluarga Cemara (3)

Melihat ibunya, Abah dan kakak laki-lakinya Euis dalam keadaan terbatas seperti itu tak membuat Ara bersedih. Ia sungguh bersyukur atas semua yang ia rasakan saat ini. Ara bahkan merasa bersyukur telah pindah ke rumah warisan kakeknya, padahal Abah bisa tinggal lebih lama bersama keluarga dan ibunya sering memasak, karena selama mereka tinggal di kota, Ara dan Euis belum pernah sedekat ini dengan Abah dan Emak. . Di saat yang sama, ketika kondisi keuangan semakin terbatas, kabar mengejutkan datang dari ibu saya yang saat ini sedang mengandung anak ketiga. Entah sedih atau senang, Abah berusaha tenang bersama ibunya agar tidak terlihat di depan Euis dan Ara.

Seiring berjalannya waktu, kehamilan ibu saya perlahan membaik. Abah kini bisa kembali beraktivitas. Dengan bantuan Ceu Salma (Asri Velas), seorang pekerja kredit yang bekerja di desa, Abah akhirnya mendapatkan sepeda motor dan mencoba menjadi driver Gojek demi menghidupi ibunya Euis, Ara dan calon anak keempatnya. Melihat lingkungan yang terbatas dan tidak mendukung segala aktivitas anak-anaknya, Abah memutuskan untuk menjual rumahnya dan menggunakan hasilnya untuk membelikannya rumah sederhana di kota kelak. Dengan bantuan Ceu Salma, akhirnya ditemukan seseorang di rumah Abach yang berminat membelinya. Mereka adalah pasangan suami istri, Ny. Pressier (Maudi Koesnaedi). Keluarga Pressier berencana membangun halaman untuk rumah mereka tepat di atas rumah tempat tinggal Abach.

Baca Juga  Langkah Pertama Yang Harus Dilakukan Untuk Membuat Gambar Komik Adalah

Tanpa pikir panjang dan tanpa berbicara dengan ibu, Euis dan Ara. Abach segera menjual rumahnya. Terjadi perselisihan antara keluarga Abach. Emak, Euis, dan Ara merelakan Abah yang tidak ingin keluarganya hidup dalam keterbatasan setelah tinggal di rumah warisan ayahnya. Mereka bertiga justru lebih bahagia tinggal di pedesaan, meski harus hidup sederhana. Apakah Abah akan menjualnya dan memutuskan untuk kembali ke kota?

Siapa yang tak kenal dengan Keluarga Cemara yang sempat populer di tahun 90an? Sinetron yang bercerita tentang kehidupan sederhana keluarga Emak dan Abah yang dibintangi Adi Kurdi dan Novia Kolopaking ini menarik perhatian pemirsa televisi saat itu. Bedanya, musik sinetron Harta Berharga ini menjadi populer dan abadi hingga saat ini.

Memerankan Tokoh Emak Dalam Film Keluarga Cemara, Nirina Zubir Lega Perankan Sosok Emak Kekinian

Di awal tahun 2019, setelah mendapat restu dari penulis Arsvenda Atmoviloto, Tuotantalo Visinema Pictures kembali menghadirkan kisah Keluarga Cemara, namun bukan dalam bentuk sinetron melainkan dalam bentuk film. Visinema Pictures telah menunjuk sutradara muda Yandy Lawrence untuk menggarap film ini. Gina S. Noer juga ditugaskan untuk menulis skenario film ini. Kalau kalian lihat Keluarga Cemaran diproduksi oleh Visinema Pictures dan ditulis oleh Gina S. Noer, rasanya proyek ini pasti tidak boleh dilewatkan.

Pada tanggal 20 Desember 2018, saya berkesempatan menghadiri media screening dan gala premiere film KELUARGA CEMARA yang diadakan di Cinema KXXI Epicentrum Jakarta. Saat itu seluruh aktor, sutradara, produser dan pendukung film ini hadir untuk memberikan informasi tentang film ini. Dalam jumpa persnya, Anggia Kharisma dan Gina S berbicara mengenai proses produksi film ini. Noer sebagai produser. Mereka pun memberikan apresiasinya atas antusiasme penonton KELUARGA CEMARA saat film ini tayang perdana di JOGJA-NETPAC 2018. Beberapa pemain pun mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari film KELUARGA CEMARA. Konferensi pers bahkan sempat berlinang air mata saat Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Asri Velas, dan Daiu Vijanto bercerita tentang proses pembuatan film ini.

Dari segi cerita KELUARGO CEMAR versi film sama dengan versi sinetronnya, penuh kesederhanaan tanpa ada kebutuhan yang berlebihan. Film ini juga mengikuti perkembangan zaman, tidak menceritakan kisah keluarga Abah dan Emak di tahun 90an seperti versi sinetronnya. Sutradara dan penulis skenario sangat pandai menghadirkan konflik-konflik yang ada di film ini karena hampir semua konflik sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang dihadapi Abach, Emak, Euis dan Ara begitu dekat dan pasti pernah mengalaminya masing-masing. Rupanya, Gina S. Noer dan Yandy Lawrence meneliti 100 keluarga untuk mengembangkan cerita dan konflik dalam film ini. Sungguh luar biasa. Selanjutnya yang saya suka dari KELUARGO CEMAR adalah setianya fokus pada keluarga Abach hingga akhir film. Subplot kecil, seperti kisah cinta Euis dan teman sekolahnya Denn, hanya disempurnakan secara singkat dan tidak dilebih-lebihkan. Kehadiran Ceu Salma menjadi pertunjukan dahsyat yang mengundang gelak tawa dan haru. Bukankah itu gila? Itu bisa membuatmu tertawa dan menangis. Hoo Hoo.

Baca Juga  3 Variasi Gerakan Meliuk

Mengenai susunan pemain, saya harus angkat topi kepada mereka. Chemistry kekeluargaan sangat terasa di hati penonton. Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir yang lekat dengan sosok pembawa acara dan pakar komedi, benar-benar tersesat dalam film ini. Apa yang dialami tokoh Abach dan Emak bisa kita rasakan melalui permainan terowongan yang luar biasa. Banyak yang awalnya sinis karena Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Viduri Puteri Sasono dan Zara JKT48 memutuskan untuk memerankan Abah, Emak, Euis dan Ara, namun saya yakin semua keraguan itu sirna setelah menonton filmnya. Film. Debut film panjang pertama Viduri Puteri Sasson nampaknya cukup menyita perhatian dan sangat mengasyikkan sepanjang film. Kepolosan dan sikapnya sangat alami sehingga tidak dibuat-buat. Zara JKT48 juga memerankan Euis dengan sangat tepat sebagai seorang gadis SMA, remaja dan tidak stabil.

Kompal Cemara) Sisi Lain Keluarga Cemara, Ketimpangan Hingga Rasa Bersyukur Halaman 2

Secara sinematografi dan musikal, film ini sangat pas dan indah, tidak berlebihan. Suara alam seperti embusan angin sangat terasa sepanjang film. Hal ini bisa dimaklumi, karena pada saat syuting film tersebut, menurut para aktor, sutradara dan penulis skenario, cuaca sangat dingin dan selalu ada angin kencang. Soundtrack “Harta Berharga” yang dibawakan oleh Bunga Citra Lestar begitu indah dan akan menjadi salah satu momen GONG di film KELUARGA CEMARA. ((Juga, setelah menonton film ini tiga kali di bioskop. Musik dan musik film ini menjadi lebih indah dan cocok dengan setiap adegan film).

Secara keseluruhan, salah satu film pembuka

Novel keluarga cemara, nonton film keluarga cemara, film keluarga cemara 2019, film keluarga cemara, tonton keluarga cemara, novel keluarga cemara pdf, buku keluarga cemara, keluarga cemara episode 1, keluarga cemara full movie, download mp3 keluarga cemara, keluarga cemara, nonton keluarga cemara