Ponorogo

Keluar Wajib Pakai Masker

Bupati Ipong Minta Pemdes Anggarkan Pengadaannya

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Siapa pun yang beraktivitas di luar rumah wajib mengenakan masker. Anjuran itu harus dilaksanakan warga Ponorogo selama masa darurat pandemi korona. ‘’Masker apa saja, tidak harus masker medis,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni Rabu (8/4).

Namun, Ipong lebih menekankan masyarakat berdiam diri di rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Dia mencontohkan beberapa negara yang disiplin mengenakan masker dapat menekan potensi penyebaran Covid-19. ‘’Karena masker ini standar. Beberapa negara yang disiplin bisa menekan penularan,’’ ujarnya.

Pantauan di sejumlah jalan protokol kemarin, sebagian besar pengguna jalan sudah mengenakan masker. Namun, masih ada yang tidak mematuhi anjuran pemerintah tersebut. Untuk itu, Ipong meminta pemerintah desa (pemdes) mengalokasikan anggaran pengadaan masker.

Harapannya, minimal satu warga bisa mendapat dua lembar masker dari pengadaan tersebut. Masker yang hendak dibagikan cukup masker kain. ‘’Supaya kalau sudah digunakan seharian bisa dicuci dan bisa digunakan lagi besoknya,’’ jelas Ipong.

Pentingnya penggunaan masker, lanjut Ipong, harus disadari masyarakat. Masker dapat menekan potensi virus di tempat umum terhirup ke dalam tubuh. Selain masker, ikhtiar lain juga harus dilakukan. Yakni, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan rajin cuci tangan pakai sabun di air mengalir. ‘’Yang terpenting, tetap di rumah,’’ tegas bupati.

Ipong minta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah saat ini sudah berupaya semaksimal mungkin menanggulangi Covid-19. Bahkan, Pemkab Ponorogo telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 12 miliar untuk penanganan pagebluk korona. ‘’Selain untuk pembiayaan pasien yang dirawat di RSUD dr Harjono maupun swasta, juga untuk menanggulangi dampak ekonomi dan sosial yang berpotensi timbul,’’ bebernya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close