KriminalitasPonorogo

Keluar Penjara, Aniaya Dua Anak di Bawah Umur

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Bebas lewat program asimilasi tak membuat eks warga binaan (wabin) bersyukur. Andik Wahyu Hardiyanto, 39, warga Banyudono, Ponorogo, ini contohnya. Baru tiga bulan bebas dari penjara, bersama Jevian Andika Wardhana, 27, warga Keniten, Ponorogo, menganiaya dua anak di bawah umur.

‘’A (Andik, Red) ini salah satu yang dapat asimilasi,’’ kata Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Hendi Septiadi Senin (13/7).

Aksi penganiayaan itu dilakukan Rabu lalu (1/7). Saat itu, dia dan Jevian terlibat pertengkaran dengan anak di bawah umur yang melanggar lalu lintas. Di alun-alun, dua anak itu dihajar. Usai dilaporkan, keduanya diringkus. ‘’J (Jevian, Red) ini target kita, karena juga terlibat kasus penganiayaan lain,’’ ujar Hendi, sembari menyebut kedua tersangka dijerat pasal penganiayaan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Polisi juga meringkus sembilan pelaku kriminal lain dalam sebulan terakhir. Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan, sebelas tersangka tersebut terlibat penganiayaan, penipuan, penggelapan, dan perjudian. ‘’Perjudian masih marak, terbukti ada tujuh TKP dan delapan tersangka,’’ sebutnya.

Jenisnya togel (lima TKP) dan dadu (dua TKP). Para pelaku terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Kasus penipuan dan penggelapan juga diungkap sebulan ini. Satu tersangka dijerat pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. ‘’Seluruh tersangka diproses hukum. Harapannya, Ponorogo semakin kondusif,’’ ucapnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close