Madiun

Kelilingkan Ambulans, Pemkot Rapid Test Lokasi

Belum Direkomendasi, THM Sudah Beroperasi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun –  Batasan aturan yang melarang operasional tempat hiburan malam (THM) kabur. Sebanyak 75 persen dari 21 THM dinyatakan belum maksimal dalam menerapkan protokol kesehatan. Karena itu, Disbudparpora Kota Madiun belum memberikan rekomendasi untuk beroperasi kembali. Fakta di lapangan, sejumlah THM telah beroperasi. Seperti telah direstui.

Dikonfrontasi terkait hal ini, Wali Kota Madiun Maidi terkejut. Dia menjanjikan segera cek lapangan. ‘’Akan saya cek, yang tidak memenuhi mohon maaf (ditutup lagi, Red),’’ katanya.

Secara tidak langsung, jawaban orang nomor satu di Pemkot Madiun itu mengamini bahwa sejumlah THM memang telah beroperasi. Sementara baru-baru ini pemkot menerbitkan Perwal 39/2020 untuk mencegah persebaran Covid-19 yang beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan kasus.

Mulai hari ini, di setiap malamnya pemkot bakal mengelilingkan ambulans di tempat keramaian. Maidi ingin mengetahui seberapa banyak orang dari luar kota yang masuk ke daerahnya. Tak terkecuali para pengunjung THM. ‘’Nanti langsung dilakukan rapid test di lokasi. Apalagi banyak dari luar dan berpotensi kasus. Ini langkah menyelamatkan warga dan bangsa. Penting,’’ tuturnya.

Satu-dua hari ke depan, pemkot bakal melakukan kajian potensi persebaran Covid-19 di berbagai sektor yang telah dibuka secara bertahap. Guna mengetahui bidang apa yang berpotensi meningkatkan persebaran severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). ‘’Apakah perkantoran, perdagangan, pariwisata, atau lainnya. Akan kami teliti satu dua hari ini,’’ ungkapnya.

Jika dari hasil kajian ditemukan adanya kasus dari THM, pemkot bakal melakukan peninjauan kembali. Tidak menutup kemungkinan operasionalnya bakal ditangguhkan. ‘’Pembukaan THM, jika asalnya dari sana, akan kami tinjau kembali,’’ tegasnya.

Pemkot juga terus menggencarkan disinfeksi ke titik persebaran serta lokasi munculnya kasus baru. Setiap pelanggar protokol kesehatan pun dikenai sanksi di lokasi. Warga luar kota yang masuk wilayah Kota Madiun juga diwajibkan menunjukkan surat hasil rapid test antibody yang menyatakan nonreaktif (koreksi pada berita sebelumnya tertulis reaktif). Juga, mengaktifkan kembali jam malam maksimal pukul 22.00. Sekaligus memanfaatkan kompleks Stadion Wilis dan Selter UPTD Srindit milik Dinsos-P3A Kota Madiun sebagai tempat karantina.  ‘’Semuanya tahu bahwa Kota Madiun mengalami peningkatan. Walaupun akses dari luar kota. Karena itu, kami minta disiplin protokol kesehatan,’’ ucapnya.

SKB 2019, Banyak CPNS dari Luar Kota

PEMKOT juga mewajibkan peserta seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS 2019 dari luar kota untuk menunjukkan surat pemeriksaan rapid test antibody atau swab test dari rumah sakit ataupun puskesmas setempat. Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) 810/2345/401.201/2020 tentang Persiapan Peserta dalam Pelaksanaan SKB CPNS 2019 tertanggal 31 Agustus. ‘’Aturan baru ini untuk mengantisipasi sebaran virus korona,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Madiun Haris Rahmanudin.

Jumlah peserta dari luar daerah lebih banyak ketimbang peserta dari Kota Madiun. Tercatat 398 peserta dari total 421 peserta SKB memilih titik lokasi (tilok) tes di Asrama Haji Kota Madiun yang diselenggarakan 2 September mendatang. Perinciannya, 140 peserta asli Kota Madiun, 258 dari luar daerah. ‘’Banyak peserta dari luar kota,’’ ujarnya.

Selain wajib hadir 90 menit sebelum pelaksanaan, peserta diminta menggunakan masker dan face shield. Sarana-prasarana pendukung di Asrama Haji dipastikan telah siap. Total 150-an laptop telah terpasang beserta jaringan internet dan kelistrikannya. Closed-circuit television (CCTV) juga dipasang di titik strategis untuk memantau jalannya pelaksanaan seleksi. Petugas kesehatan dan ambulans juga disiagakan di lokasi. ‘’Besok (hari ini, Red) kita tinggal cek lokasi untuk memastikan kesiapan akhirnya,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close