MadiunPeristiwa

Kelelahan, Pesepeda Meninggal Dunia

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Seorang pesepeda meninggal dunia di Jalan Pahlawan Minggu (19/7). Warga berinisial S dari Tiron, Kabupaten Madiun, itu mengembuskan napas terakhirnya dalam kondisi telentang di kursi pedestrian sekitar pukul 07.30. Kuat dugaan, meninggalnya pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) itu disebabkan serangan jantung.

Peristiwa serupa di hari sama juga terjadi di Ngawi. Sekitar pukul 07.15, seorang pesepeda mengeluhkan lemas kemudian meninggal dunia saat duduk di taman Terminal Kertonegoro (selengkapnya baca halaman Ngawi).

dr Taufik Bagus mengatakan, sejatinya bersepeda termasuk jenis olahraga kardiovaskular dan sangat menyehatkan. Asalkan dilakukan dengan cara benar dan tidak terlalu memforsir tenaga melampaui kekuatan. ‘’Saya sendiri juga hobi bersepeda,’’ kata dokter umum IGD RSUD Kota Madiun itu.

Bersepeda cukup memacu jantung berdetak lebih cepat. Jika dilakukan secara tepat, bersepeda bisa menurunkan berat badan, memperbaiki fungsi paru, memperkuat otot jantung, serta mengurangi risiko diabetes. Juga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke, hipertensi, dan serangan jantung. ‘’Tiap pesepeda harus mampu mengukur kemampuan,’’ ujar dokter muda pehobi mountain bike (MTB) itu.

Secara medis, ada batasan maksimal heart rate (denyut jantung). Rumus penghitungannya 220 dikurangi usia. Misalnya usia 40 tahun, maka maksimal heart rate di angka 180 bpm. Jika melebihi angka itu, maka kinerja jantung bekerja secara lebih dan bisa berakibat fatal. ‘’Otot jantung akan kelelahan, kalau memiliki riwayat penyakit jantung bisa memicu serangan. Itu yang menyebabkan kematian,’’ jelasnya.

Untuk durasi amannya menyesuaikan kondisi tubuh tiap pesepeda. Tidak dibenarkan jika pesepeda memaksakan kemampuan berdasarkan kekuatan rekan olahraganya. ‘’Harus tahu batas kemampuan. Jangan mengacu kemampuan orang lain. Jika sudah kecapaian ya istirahat,’’ imbaunya.

Taufik menyarankan pesepeda rajin cek kesehatan terutama jantung. Hobi ini harus diimbangi latihan yang teratur dan terukur serta istirahat cukup minimal 6-7 jam sehari. Pandai mengolah emosi dan stres serta mencukupi asupan gizi dan nutrisi secara teratur. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close