Advertorial

Kelak Perempuan sebagai Sekolah Pertamanya Anak

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Siapa sangka Ana Mursyida, istri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, pernah ambil bagian merawat pasien Covid-19. Pengalaman itu dirasakannya saat menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya beberapa bulan lalu. Perempuan 34 tahun itu bertugas di ruang isolasi RSUD dr Soetomo, Surabaya. ‘’Itu sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab saya untuk ikut merawat pasien Covid-19,’’ kata Ana.

Awalnya Ana sempat khawatir tertular virus korona. Namun, rasa waswas itu menghilang sendirinya. Setelah menyadari bahwa merawat pasien apa pun merupakan kewajiban dokter. Di sisi lain, dia telah dibekali alat pelindung diri (APD) dalam bertugas. ‘’Terpenting patuh protokol kesehatan, berpikiran positif, dan menerapkan pola hidup sehat,’’ ujar perempuan yang menyandang dokter spesialis physiatrist Maret lalu itu.

Terlepas kesibukannya di dunia medis, Ana tetap mengutamakan kodratnya sebagai seorang istri dan ibu. Dia berusaha semaksimal mungkin merawat suami dan dua anaknya. ‘’Niat utama melanjutkan pendidikan spesialis untuk meningkatkan pengetahuan sebagai dokter. Ke depannya dapat membantu banyak orang untuk melalui masa sakitnya dan kembali beraktivitas normal,’’ terangnya.

Bagi Ana, perempuan di era milenial harus mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Sebab, sosoknya kelak menjadi sekolah pertama bagi anak. ‘’Juga sudah saatnya perempuan ikut andil dan berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat,’’ tuturnya. (mg3/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button