Madiun

Kekompakan Antar MVC Eksis hingga Dua Dekade

Ajak Keluarga Touring untuk Rawat Kebersamaan

Tak banyak komunitas otomotif yang berumur panjang. Namun, hal itu tak berlaku bagi Madiun Volkswagen Club (MVC). Mereka baru saja merayakan ulang tahun ke-20 yang berlangsung meriah.

_______________________

ASEP SYAEFUL BACHRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

UDARA di Lawu Green Forest pagi itu terasa dingin menusuk tulang. Sementara, ratusan mobil Volkswagen (VW) berbagai tipe terlihat berjajar rapi mengitari area camping. Di depan mobil buatan Jerman itu tampak berdiri beberapa tenda.

Sejumlah bocah tampak riang berlarian. Sedangkan orang tua mereka bercengkerama sambil sesekali menyeruput minuman hangat. ”Alhamdulillah acara peringatan ulang tahun ke-20 MVC (Madiun Volkswagen Club, Red) ramai. Ada perwakilan dari 13 klub berbagai daerah yang hadir,” kata Aries Dandar Setiawan, ketua MVC.

Kesibukan mulai terlihat seiring matahari yang semakin meninggi. Beberapa orang menyiapkan panggung beserta sound. Setelah semua siap, acara demi acara dilangsungkan. Puncaknya, ngobrol bareng Wali Kota Maidi dan Wakil Wali Kota Inda Raya.

Yang menarik, Maidi sempat menyatakan ketertarikannya dengan mobil VW. Bahkan, minta kepada Dandar untuk dicarikan VW tipe 181 atau biasa disebut VW camat. Tak hanya itu, wali kota berencana menyiapkan markas khusus bagi MVC di hutan seluas 9 hektare di kawasan Jalan Abdurahman Saleh.

MVC resmi berdiri pada 20 Februari 2000. Penggagasnya Marsekal Pertama Joko Purwoko, komandan Lanud Iswahjudi kala itu. Ide tersebut muncul setelah Joko mengetahui banyak pilot lanud setempat yang memiliki koleksi mobil VW. ”Setelah dibentuk akhirnya orang-orang Madiun yang punya VW ikut bergabung,” jelas Dandar.

Kekompakan dan rasa kekeluargaan antaranggota yang membuat komunitas itu tetap eksis hingga sekarang. Agenda touring bersama dengan mengajak keluarga manjadi media utama dalam merawat kebersamaan. ”Touring itu sekaligus untuk cari teman baru dan liburan keluarga,” tuturnya.

Saat ini, secara nasional terdapat 73 komunitas VW yang tersebar di berbagai daerah di tanah air. ”Tidak semua kota ada, karena mobil ini termasuk langka. Tipe kodok saja sudah tak keluar sejak 1974,” ujar ketua MVC dua priode tersebut.

Perawatan mobil VW terbilang tidak sulit. Pun, pemakaian BBM-nya tak terlalu boros. ”Hanya, sekarang kalau mau cari sulit, karena jarang yang jual. Kalau pemiliknya sudah jatuh cinta, mau ditawar berapa pun tak akan dilepaskan,” ungkapnya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close