NgawiPendidikan

Kekhawatiran Dindik Ngawi Terkait Perubahan Format UN

Minat Belajar Siswa Makin Anjlok

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pro-kontra perubahan format ujian nasional (UN) menjadi assessment kompetensi minimum dan survei karakter tidak luput terjadi di Ngawi. Pemkab setempat khawatir metode baru itu bakal semakin menurunkan minat belajar siswa. ‘’Minat belajar rendah tentu akan berdampak pada penurunan kualitas pendidikan,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan Ngawi Abimanyu Senin (16/12).

Abimanyu menyebut, minat belajar siswa sudah turun sejak UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Meski sampai saat ini hasil UN masih menjadi salah satu komponen penerimaan siswa baru, tingkat antusiasme belajar mereka telah berkurang. ‘’UN juga sebagai salah satu cara mengenalkan siswa tentang pentingnya kompetisi,’’ ujarnya.

Dia juga menyatakan bahwa kemerdekaan belajar tidak harus diartikan mengubah format UN. Melainkan lebih kepada pembelajaran yang interaktif dan metode belajar di luar kelas. ‘’Sekarang kan juga sudah banyak metode pembelajaran yang menyenangkan, misalnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,’’ ungkap Abimanyu.

Menurut dia, jika UN benar-benar berganti format, kelak peta kualitas pendidikan sulit diketahui. Sebab, setiap sekolah bakal memiliki standar yang berbeda-beda dalam menentukan hasil kelulusan anak didiknya. ‘’Saya khawatir akan terjadi ketimpangan pendidikan antardaerah,’’ ucapnya.

Meski begitu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak lantaran hal tersebut sudah menjadi keputusan Mendikbud Nadiem Makarim. ’’Setiap keputusan pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Yang jelas, kami di daerah akan melaksanakan setiap kebijakan pusat,’’ tuturnya.

Kabar yang sempat beredar sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim berencana menghapus UN. Namun, belakangan dia menyebut UN tidak dihapus, melainkan berganti format menjadi assessment kompetisi minimum dan survei karakter‎.

Alasan UN diganti karena berdasarkan survei dan diskusi dari beberapa pihak, termasuk orang tua siswa, hasilnya tidak baik. Sebab, siswa cenderung hanya fokus menghafal materi. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close