Ponorogo

Kekayaan Pemkab Ponorogo Semakin Banyak

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kekayaan Pemkab Ponorogo tumbuh triliunan rupiah. Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK 2018, kapitasi aset bergerak dan tidak bergerak tembus Rp 2,57 triliun. ‘’Itu dari banyak belanja modal, sehingga aset sudah jauh meningkat,’’ kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ponorogo Bambang Tri Wahono Kamis (23/1).

Menurut Bambang, kapitasi 2018 tersebut meningkat ratusan miliar rupiah dari tahun sebelumnya. LHP BPK 2017, sekitar Rp 2,41 triliun. Pertumbuhan kekayaan tersebut, selain belanja modal, juga karena perbaikan pencatatan. ‘’Untuk aset tidak bergerak, bukan hanya tanah yang dicatat. Ruas jalan pun dinilai,’’ terangnya.

Pertumbuhan nilai dan jumlah aset juga sejalan dengan penurunan nilai masing-masing aset. Terutama aset bergerak yang sudah uzur. Nilainya menurun dibanding saat dibeli. Pihaknya berencana menggelar sensus barang milik daerah. ‘’Supaya data besar aset daerah lebih akurat,’’ ujarnya.

Sensus barang, lanjut Bambang, perlu dilakukan lima tahun sekali. Meski setiap tahun juga melakukan inventarisasi yang diperiksa BPK. Pemkab akan menggandeng pihak ketiga untuk medata dan menilai seluruh aset. Sensus dianggarkan sekitar Rp 500 juta. ‘’Bisa dengan BPKP atau perguruan tinggi. Tahun ini akan kami mulai,’’ ungkapnya.

Bambang menyebut, sensus barang akan dilakukan sampai tiga tahun ke depan. Melihat banyaknya aset yang harus didata dan dinilai. Bahkan, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) punya banyak aset. Di antaranya, dinas pendidikan (dindik), dinas kesehatan (dinkes), juga dinas pekerjaan umum perumahan dan kawasan permukiman (DPUPKP). ‘’Hasil sensus ini akan jadi data besar aset daerah,’’ yakinnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close