features

Kejelian Adifa Choirunisa Merintis Usaha Kuliner

Sejak SMA Bergelut dengan Jamur

Adifa Choirunisa seakan berjodoh dengan jamur. Sejak SMA dia berjualan jamur hasil budi daya sendiri. Kini, di usianya yang baru menginjak 20 tahun, warga Nologaten, Ponorogo, itu berani merintis usaha kuliner aneka olahan jamur.

RONAA NISA, Jawa Pos Radar Ponorogo

SIANG itu rumah Adifa Choirunisa ramai laki-laki berseragam ojek online. Mereka menunggu pesanan makanan dibuat oleh si empunya rumah. Seluruh makanan yang dibuat berbahan jamur. ‘’Paling laris nasi jamur yang disiram saus teriyaki,’’ kata Adifa.

Menu kreasi Adifa laris manis lewat aplikasi ojek online. Dia menjual beragam menu. Paling laris menu nasi jamur saus teriyaki, rica-rica, keju, asam manis, atau pedas. Ada pula olahan dalam bentuk lain seperti bola-bola jamur, nugget, atau rolade. Harga dipatok dari Rp 8.000 hingga Rp 12 ribu. ‘’Dari awal saya ingin fokus memasarkan online,’’ ujarnya.

Sejak SMA Adifa sudah bergelut dengan jamur. Awalnya dia membantu penjualan hasil budi daya jamur sang nenek. Sejak 2019 dia mulai tertarik menjual olahan jamur. ‘’Kalau jamur segar, risiko gagal panen dan harga anjlok. Karena itu, beralih bisnis kuliner,’’ terangnya.

Kini Adifa mulai memetik untung. Dalam sehari dia bisa menghabiskan hingga lima kilogram jamur. Asap mengepul di dapurnya sejak pagi. Tak jarang, warung kecil yang menempati ruang tamu rumahnya itu sudah tutup saat sore. ‘’Kami membatasi pesanan maksimal pukul 19.00,’’ tuturnya. *(naz/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button