Madiun

Kejari Tunggu Pelimpahan Tahap Kedua Kasus WDR

Setengah Tahun Baru P-21

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pengusutan kasus Watu Dakon Resort (WDR) berjalan dua tahun belum tuntas. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun harus menunggu setengah tahun untuk menetapkan berkas perkara dugaan penambangan ilegal di Desa Banjarsari Wetan, Dagangan, Kabupaten Madiun, itu lengkap alias P-21.

Penyidik Satreskrim Polres Madiun melakukan pelimpahan tahap pertama 17 Januari lalu. Kasus pengggalian berkedok pembangunan wahana kolam pemancingan itu dinyatakan P-21 pertengahan Juni. ‘’Saat ini menunggu pelimpahan tahap kedua penyerahan tersangka dan barang bukti untuk memasuki proses persidangan,’’ kata Kasipidum Kejari Kabupaten Madiun Tri Satrio Rabu (15/7).

Di luar proses pelimpahan, penyelidikan perkara WDR juga memakan waktu. Polisi menetapkan tersangka Agus Suyanto, pengusaha WDR, Oktober 2019. Atau berlalu tujuh bulan sejak perkara pengerukan lahan hingga membentuk kubangan raksasa itu diusut Maret. ‘’Pandemi Covid-19 juga berpengaruh untuk penanganan perkara ini. Mobilitas serba terbatas,’’ papar Satrio.

Menurut dia, tim penyidik telah mencukupi kelengkapan alat bukti. Baik formil maupun materiil. Proses itu memakan waktu lama. Berkas perkara sempat mondar-mandir dari kantornya ke kepolisian. Pihaknya meminta penyidik untuk melengkapi kekurangan berkas.

Paling krusial keterangan saksi ahli kompeten mengenai dua dugaan pelanggaran sekaligus. ‘’Saksi ahli terkait pelanggaran UU (Undang-Undang) 4/2017 tentang Pertambangan Mineral dan Batu-Bara serta UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,’’ terangnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close