Madiun

Kejari Madiun Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi PBB-P2

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Diam-diam Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun menetapkan HD dan JT sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2). Kendati demikian, dua mantan aparatur sipil negara (ASN) itu belum ditahan. ‘’Kami tetapkan sebagai tersangka Senin pekan lalu (12/7),’’ kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Madiun Purning Dahono Putro, Kamis (22/7).

Purning menyampaikan, dua tersangka itu pernah bertugas sebagai pemungut pajak di wilayah Kecamatan Gemarang. HD diduga melakukan tindak pidana korupsi (tipikor) mulai 2016 hingga 2019. Sementara JT pada 2019 sampai 2020. Namun, keduanya telah pensiun sebagai ASN Pemkab Madiun saat ditetapkan sebagai tersangka. ‘’Modus keduanya tidak menyetorkan pembayaran pajak dari wajib pajak,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, Purning menegaskan bahwa dua tersangka tidak kongkalikong. HD dan JT melancarkan aksi rasuah secara terpisah. ‘’Tidak ada peran berkaitan antara dua tersangka itu. Korupsi dilakukan sendiri-sendiri karena ada kesempatan,’’ bebernya.

Purning menambahkan, beberapa hasil penyidikan mengarah ke kedua tersangka. Pertama, dua tersangka mengakui berbuat korupsi. Pun, diperkuat keterangan pendukung dari sejumlah saksi. Antara lain dari badan pendapatan daerah (bapenda), kecamatan, dan pemerintah desa. ‘’Nilai kerugian negara dari dua tersangka lebih dari Rp 200 juta,’’ sebutnya.

Uang hasil korupsi, lanjut Purning, digunakan untuk kepentingan pribadi. Detailnya akan lebih terbuka di persidangan nanti. ‘’Saat ini masih dibatasi sebagai bentuk privasi mereka,’’ imbuhnya.

Kejari Kabupaten Madiun tidak menahan HD dan JT. Pihaknya perlu menyelesaikan berkas pertimbangan untuk penahanan. Berkas dapat diselesaikan sekitar dua bulan lagi. ‘’Keduanya kooperatif saat diminta datang untuk pemeriksaan,’’ ujarnya sembari menyebut ada 17 saksi yang telah diperiksa sebelum penetapan tersangka. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button