AdvertorialMadiun

Kejar Impian Tinggi Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dies Natalis ke-VII Politeknik Negeri Madiun (PNM) digelar secara istimewa. Dengan mengusung tema ‘Competent, Innovative, Competitive’, berbagai acara digelar. Sesuai dengan tema, harapannya seluruh jajaran pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswanya memiliki kompetensi yang unggul, inovatif diberbagai bidang serta memiliki daya saing tinggi. Khususnya saat menghadapi era revolusi industri 4.0. ‘’ Dengan kompetensi, inovasi dan juga daya saing tinggi tentu akan lebih mudah mewujudkan semua impian meski PNM masih terbilang baru, ’’ ungkap Direktur Politeknik Negeri Madiun Mohamad Fajar Subkhan.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-VII PNM dibuka dengan pekan olahraga mahasiswa (PORMA) yang digelar mulai 26 Oktober lalu. Pun lanjutkan dengan jalan santai yang diikuti seluruh civitas akademika PNM dan keluarga lengkap dengan tamu undangan. Selain itu digelar pula kegiatan donor darah, Majelis Dzikir dan Mulidurrosul SAW. Sedangkan kegiatan pamungkasnya dengan pentas musik yang dimeriahkan Vittoria Band, Ndarboy Genk, Della Firdatia dan Skatta-kata. ‘’ Dies Natalis ke-VII ini kami gelar untuk memperkenalkan Politeknis Negeri Madiun ke kalangan yang lebih luas, ’’ bebernya.

Meski masih baru, lanjutnya perguruan tinggi negeri yang berdiri tujuh tahun lalu itu disebutnya memiliki capaian yang luar biasa. Pasalnya mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Salah satu buktinya, PNM menempati peringkat ke-20 dari 1.128 Perguruan Tinggi Vokasi se- Indonesia. Hal tersebut sesuai Siaran Pers Kemenristekdikti Nomor: 147/SP/ HM/BKKP/VIII/2019. ‘’Tentu ini adalah suatu prestasi dan kesuksesan yang membanggakan bagi seluruh civitas akademika PNM, ’’ tambahnya.

Fajar pun mengungkap jika PNM saat ini memiliki sembilan program studi (prodi). Hebatnya kesembilan prodi tersebut banyak diminati. Tidak heran jika jumlah pendaftar tiap tahunnya tembus hingga 4 ribuan orang. Bahkan sebagian besar juga berasal dari luar kota Madiun. ‘’ Sedangkan daya tampung untuk setiap tahun hanya kisaran 750 orang, ’’ ungkapnya.

Fajar tidak ingin terjadi ketimpangan sarana dan prasarana dengan jumlah mahasiswa. Pun berujung pada tidak maksimalnya pembelajaran bahkan menurunnya kualitas lulusan. Untuk itu, dia memiliki angan untuk membangun sejumlah sarana dan prasarana di Kampus II Winongo. Lahan seluas 10 hektar pun telah disiapkan. Harapannya pembangunan tersebut segera terealisasikan untuk menampung tingginya jumlah pendaftar. ‘’ Ketika semua capaian berhasil teraih, tentu akan sesuai visi misi kami yakni mewujudkan pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas, berbasis iptek, inovasi dan berdaya saing Nasional Tahun 2020, ’’ tegasnya. (afi/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close