Mejayan

Kejaksaan Geledah Kantor Bapenda Kabupaten Madiun

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun kian getol mengulik dugaan korupsi pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2). Kamis (29/4) sejumlah petugas kejari menggeledah kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun. ‘’Ini terkait penyidikan kasus dugaan korupsi PBB-P2 yang sedang berjalan,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Madiun Bayu Novrian.

Pihaknya berusaha mengumpulkan barang bukti dugaan penyelewengan duit PBB-P2. Segepok berkas dari kantor organisasi perangkat daerah (OPD) yang dikepalai Hadi Sutikno itu diangkut ke kejari. ‘’Beberapa dokumen seperti laporan dan rekapitulasi bukti pembayaran pajak (PBB-P2) kami amankan,’’ ujarnya.

Diketahui, dugaan rasuah PBB-P2 telah naik status penyidikan 12 April lalu. Rentang waktu dua pekan itu dimanfaatkan untuk memeriksa sejumlah nama yang ditengarai terlibat penyelewengan duit negara tersebut. Sejauh ini kejari telah memeriksa 12 orang. ‘’Belum ada penetepan tersangka,’’ tuturnya.

Pengusutan kasus ini bermula dari Desa/Kecamatan Gemarang. Kemarin tim penyidik kejari yang lain juga kembali mendatangi Desa Gemarang. ‘’Sama, yang dicari adalah barang bukti dugaan penyelewengan PBB-P2. Sama-sama dokumen mulai 2015 sampai 2020,’’ ungkap Bayu.

Berkas-berkas dari dua lokasi itu bakal ditindaklanjuti untuk mengungkap kasus. Saat ini pihak kejari masih fokus di Kecamatan Gemarang. Namun, bisa saja meluas. Mengacu piutang PPB-P2 2015-2020 mencapai Rp 9,2 miliar di sejumlah wilayah kecamatan. ‘’Untuk sementara ini di Kecamatan Gemarang diperkirakan kerugian negara sekitar Rp 400 juta,’’ sebutnya.

Pihaknya menerima laporan masyarakat yang merasa sudah membayar pajak tapi belum tercatat melunasi. Itu diketahui saat warga tersebut hendak memecah sertifikat tanah, tapi tidak terlayani lantaran belum bayar PBB-P2. ‘’Setelah ditelusuri, pajak yang mereka bayar belum disetorkan. Jadi, yang bersangkutan tercatat sebagai penunggak pajak,’’ bebernya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button