Madiun

Kejagung Bekuk DPO Koruptor DBHCHT Kabupaten Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelarian Ellyanti Dwi Purwani, terpidana perkara rasuah DBHCHT 2010 Kabupaten Madiun berakhir sudah. Mantan Kasi pelatihan Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Madiun itu dibekuk oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah sempat buron sejak tahun lalu. ‘’Terpidana ini masuk DPO (daftar pencarian orang) sejak 2020 dan ditangkap di Bogor, Jawa Barat,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Madiun Purning Dahono Putro, Sabtu (5/6).

Purning mengatakan, putusan tersebut sudah inkrah alias berkekuatan hukum tetap. Tiga tahun sejak putusan tersebut, terpidana masih bebas berkeliaran. Selama itu pula, keberadaannya terus diteropong. Akhirnya terdeteksi di Bogor bersama kerabatnya. ‘’Terpidana korupsi DBHCHT itu ditangkap Kejaksaan Agung (Kejagung) kemudian diteruskan ke Kejari Jakarta Selatan,’’ bebernya.

Purning menyampaikan, terpidana itu terlibat tindak pidana korupsi (tipikor) DBHCHT untuk bantuan dan pelatihan. Praktik rasuah itu terjadi pada tahun anggaran 2010. Namun, perkara baru bergulir pada 2012. Di tingkat pertama Ellyanti divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 1 tahun penjara.

Namun, yang bersangkutan mengajukan proses hukum lanjutan hingga berakhir di tingkat kasasi atau Mahkamah Agung pada 2018. Selama proses hukum berjalan, terpidana Ellyanti tidak ditahan. Pun hingga ditetapkan sebagai DPO pada 2020. ‘’Putusan MA tetap sama seperti pada tingkat pertama, yaitu satu tahun penjara,’’ ungkapnya. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button