News

Kegiatan Pada Masyarakat Yang Tinggal Di Pegunungan Adalah

×

Kegiatan Pada Masyarakat Yang Tinggal Di Pegunungan Adalah

Share this article

Kegiatan Pada Masyarakat Yang Tinggal Di Pegunungan Adalah – Warga Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, membawa tampon saat upacara adat Tembakau Tembakau berlatar belakang Gunung Merapi, Kamis (8 Maret 2023). Mereka melakukan upacara tembakau Tango untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen. Selain tanaman sayuran, hasil tembakau juga menjadi mata pencaharian andalan para petani di Gunung Mirbabu dan sebagian Gunung Merapi.

Sebagai perayaan internasional, Mountain Day diselenggarakan oleh lembaga internasional yaitu Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau

Kegiatan Pada Masyarakat Yang Tinggal Di Pegunungan Adalah

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pembangunan ekonomi yang memprioritaskan lingkungan hidup.” UNCED berlangsung di Brasil dari 3 hingga 14 Juni.

Tradisi Wulan Kapitu Digelar, Wisata Bromo Ditutup Sementara

. Pemaparan dalam konferensi tersebut antara lain isu lingkungan hidup di kawasan pegunungan yang masih menghadapi ancaman eksploitasi. Situasi ini mengancam peninggalan sejarah gunung tersebut dan memerlukan kebijakan pemerintah segera.

Dengan peringatan ini, PBB menganggap pertumbuhan ekosistem pegunungan sebagai masalah besar. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa kemudian mendeklarasikan tahun 2002 sebagai Tahun Pegunungan Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tujuan tahun ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kawasan pegunungan di seluruh dunia dan perlunya melindungi sumber daya alam yang penting melalui pembangunan berkelanjutan dan tindak lanjut konferensi.

PBB juga mengidentifikasi perlunya hari khusus untuk mengakui dan memperingati masalah gunung berdasarkan konsensus. Untuk tujuan tersebut, pada tahun yang sama, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan Hari Gunung Sedunia yang diperingati setiap tahun pada tanggal 11 Desember. Tahun berikutnya, 2003, Hari Gunung Internasional yang pertama diperingati.

Pekerja memperbaiki saluran air jalur erosi Gunung Merapi di Desa Kalvering, Desa Serambang, Meglang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (31 Maret 2023). Hingga 5 November 2020, status waspada Gunung Merapi masih berlaku dan perbaikan terus dilakukan di berbagai lokasi jalur keluar Merapi.

Bukti Nyata, Babinsa Kerja Bhakti Bantu Warga Bangun Tempat Tinggal

Secara keseluruhan, Hari Gunung Internasional adalah waktu untuk meningkatkan kesadaran mengenai isu-isu pegunungan. Dengan meningkatkan kesadaran ini, situs resmi FAO sebagai badan koordinator resmi dapat mencapai beberapa tujuan.

Pertama, kesadaran yang diciptakan oleh Hari Gunung Internasional diharapkan dapat membentuk perdebatan tentang pentingnya ekosistem pegunungan dalam kehidupan masyarakat. Kedua, peringatan ini juga diharapkan dapat menyoroti kemungkinan dan hambatan pembangunan di daerah pegunungan. Pada saat yang sama, tujuan ketiga adalah mendorong jaringan perubahan positif bagi komunitas pegunungan dan lingkungan dunia.

“Melindungi, memulihkan dan mengembangkan ekosistem lahan berkelanjutan dengan penggunaan berkelanjutan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggurunan, mencegah dan mencegah degradasi lahan, dan mencegah hilangnya keanekaragaman hayati.”

Ekosistem pegunungan merupakan bagian integral dari kehidupan terestrial. Terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Hari Gunung Internasional tidak secara eksklusif dan eksklusif membahas permasalahan pegunungan. Tak hanya itu, FAO dan berbagai koordinator lainnya memanfaatkan peringatan ini untuk mendorong keberlanjutan kehidupan di darat dan partisipasi masyarakat lokal.

Baca Juga  Peran Anggota Pgri

Mbkm Slkb: Cerita Mahasiswa Iftk Ledalero Di Desa Posiwatu «

Dalam cakupannya yang luas, peringatan ini berfokus secara luas pada permasalahan pegunungan. Sebagai bagian dari lahan dan bentang alam, pegunungan tidak hanya menjadi permasalahan restorasi ekosistem tetapi juga berbagai topik lainnya. Misalnya saja pada Hari Gunung Internasional tahun 2015 yang mengangkat tema tersebut melalui judul “Food”.

Produk pegunungan terkenal dengan kualitas dan kemurniannya yang tinggi. Meski biaya produksinya sulit dibandingkan dengan lahan pertanian/tanaman dataran rendah, namun nama baik bisa menjadi nilai jual tersendiri. Misalnya ada kopi, coklat, madu, jamu, rempah-rempah dan kerajinan tangan.

Secara lebih luas, gunung tidak terbatas pada benda saja. Ada pula penyediaan produk jasa khususnya jasa perjalanan. Jasa wisata ski, pendakian gunung, jalur alam, dan warisan budaya merupakan beberapa di antara berbagai jasa wisata yang sering disediakan oleh ekosistem pegunungan. Menghadapi kekayaan yang begitu beragam, baik output maupun pariwisata harus dikelola dengan rasa berkelanjutan.

Melanjutkan praktik tahun-tahun sebelumnya, masyarakat internasional kembali merayakan Hari Gunung Internasional pada tanggal 11 Desember 2023 yang tahun ini jatuh pada hari Senin. Untuk itu PBB menetapkan tema “Restorasi Ekosistem Pegunungan”.

Cerita Orang Sherpa Yang Bisa Bertahan Hidup Di Pegunungan Himalaya

Dengan mengangkat tema ini, Hari Pegunungan Internasional 2023 akan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem pegunungan bagi masyarakat dan mendorong solusi terbaik untuk menjaga pentingnya ekosistem pegunungan. Selain itu, peringatan ini akan digunakan untuk menyerukan investasi pembangunan berbasis ketahanan yang mengurangi kerentanan dan meningkatkan adaptasi ekosistem pegunungan terhadap bahaya sehari-hari dan kejadian cuaca ekstrem.

Meskipun gunung mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, hal ini penting karena terus menerus rusaknya ekosistem pegunungan. Situs resmi PBB menyebut peran penting ini sebagai bukti status gunung tersebut sebagai rumah bagi 15 persen populasi dunia. Pegunungan juga menyediakan air bersih untuk mendukung pertanian dan kehidupan manusia sehari-hari.

Tidak hanya itu, ekosistem pegunungan mengandung setengah dari keanekaragaman hayati dunia. Keanekaragaman yang kaya ini bahkan lebih menakjubkan lagi dalam dunia pangan. Terdapat 20 tumbuhan di dunia yang menyediakan 80% pangan dunia. Enam dari spesies ini tumbuh pesat di daerah pegunungan: jagung, kentang, jelai (tanaman sereal), sorgum, tomat, dan apel.

Pentingnya pegunungan bagi kehidupan tidak dibarengi dengan kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem. Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, ekosistem pegunungan terancam oleh perubahan iklim, eksploitasi berlebihan, dan polusi alam, karena kemurniannya terganggu akibat penggunaan sumber daya yang berlebihan.

Baca Juga  Apa Maksud Tujuan Sosialisasi Pemerintah Dalam Penggunaan Briket Batubara

Upaya Pembangunan Ekonomi Daerah Pantai Dan Pegunungan, Cari Jawaban Kelas 5 Tema 4

Akibatnya, lebih dari 311 juta orang yang masih tinggal di desa pegunungan di negara-negara berkembang kini tinggal di lahan terdegradasi. Sebanyak 178 diantaranya rawan pangan. Tak hanya itu, 84% spesies asli di kawasan perbukitan juga terancam punah.

Begitu besar peran manusia dalam kehancuran ini sehingga yang paling tragis adalah ditemukannya pencemaran mikroplastik di Gunung Everest di Nepal, gunung tertinggi di dunia.

Kawasan sabana atau padang rumput di lereng Taman Nasional Gunung Bromo Tengri Semero (TNBTS), Jawa Timur, Kawasan Jemplang, Desa Nigdas, Kecamatan Pankusomo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (28 Oktober 2023). Pada tanggal 6 September 2023, kawasan tersebut terbakar akibat api yang digunakan untuk pemotretan pernikahan.

Hari Gunung Internasional merupakan suatu hal yang patut dirayakan di Indonesia. Bukan hanya karena statusnya sebagai anggota PBB, tapi juga karena Indonesia secara geografis diberkahi dengan pegunungan dan barisan pegunungan yang sangat luas.

Juta Penduduk Indonesia Tinggal Di Hutan

Kecuali Kalimantan, hampir semua pulau besar di Indonesia mempunyai barisan pegunungan. Dataran tersebut disebabkan karena letak Indonesia yang berada pada zona subduksi/subduksi lempeng Indonesia, yaitu pertemuan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia.

Website Departemen Geografi Lingkungan (UGM) Universitas Gadja Mada mengutip data bahwa pada tahun 2018, Indonesia memiliki 129 gunung berapi aktif, setara dengan 13% dari total gunung berapi aktif dunia, dan 500 gunung berapi tidak aktif. Saat ini, jumlah gunung berapi aktif akan berkurang menjadi 127 pada tahun 2023. Dengan angka tersebut, Indonesia masih menyandang predikat negara dengan gunung berapi terbanyak di dunia.

Pusat Mitigasi Bencana Gunung Api dan Geologi (PVMBG) terafiliasi dengan Biro Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM). Badan ini bertanggung jawab untuk mengumpulkan data dan memperbarui informasi tentang gunung berapi di Indonesia.

), PVMBG membagi gunung berapi menjadi tiga tipe: A, B dan C. Tipe A merupakan kelompok gunung berapi yang telah meletus sejak tahun 1600. Total ada 76 gunung berapi. Tipe B terdiri dari 30 gunung dan merupakan gugusan gunung yang mulai meletus sebelum tahun 1600. Tipe C merupakan gugusan gunung yang tidak memiliki riwayat letusan namun masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Ada total 21 gunung berapi.

Kpu Soppeng Sasar Masyarakat Pegunungan Untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Dari kelompok gunung berapi tersebut, Pulau Jawa memiliki jumlah gunung berapi terbanyak dengan 34 gunung berapi. Di urutan kedua ada Sumatera yang memiliki 30 gunung berapi. Sedangkan Bali dan Nusa Tenggara berada di peringkat kedua dengan 29 gunung berapi, sedangkan Sulawesi dengan 18 gunung berapi.

Baca Juga  Sebutkan 2 Syarat Kemasan

Seiring dengan sebaran gunung berapi, sebaran puncak tertinggi juga tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dari segi pariwisata, puncak tertinggi sendiri merupakan tempat wisata yang menarik minat para pendaki.

Menariknya, tiga puncak tertinggi di Indonesia terletak di Papua, yakni Pancak Jaya Wijaya (4.884 mdpl), Pancak Mandala (4.760 mdpl), dan Pancak Trikura (4.750 mdpl). Ketiga gunung tersebut merupakan bagian dari pegunungan.

Urutan keempat adalah Gunung Kerensi (3.805 mdpl) yang terletak di persimpangan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Barat.

Dataran Tinggi Dieng

Setelah Kerinci adalah Gunung Ranjani (3.726 mdpl), Gunung Semeru (3.676 mdpl) di Jawa Timur, Gunung Sanggar (3.492 mdpl) di Nusa Tenggara Barat, Gunung Rantemario (3.478 mdpl) dan Gunung Rantekambola (54 mdpl) di Sulawesi Selatan. Slamet (3.428 m dpl) di Jawa Tengah.

Dalam konteks Indonesia, penting untuk mengangkat kepedulian terhadap pembangunan dan kepedulian melalui Hari Gunung Internasional. Tidak hanya bentang alam Indonesia yang tercatat begitu kaya akan pegunungan, namun oleh karena itu, pegunungan menjadi komoditas penting dalam industri pariwisata tanah air, menarik jutaan wisatawan ke berbagai pegunungan di Indonesia.

Gunung ini telah menarik banyak wisatawan sejak sebelum pandemi Covid-19. Hiking dan camping menjadi pilihan utama. Apalagi saat hari libur atau beberapa festival besar, aktivitas wisata akan semakin ramai.

Misalnya, memasuki Tahun Baru 2020, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur Resor Taman Wisata Alam Kawah Ijen Sigit Waribowo memperkirakan puncak Gunung Ijen akan diikuti lebih dari 2.500 pendaki untuk merayakan Tahun Baru. Mulai enam hari menjelang Tahun Baru, jumlah pengunjung mulai meningkat, dengan jumlah pengunjung meningkat dari biasanya 200-700 menjadi 1.700 per hari.

Selamat Hari Gunung Internasional, Berikut Ini 6 Manfaat Gunung Bagi Kehidupan

Selain itu, di Jawa Barat, pendaki juga diperkirakan akan mendaki Gunung Sermai. Alhasil, kawasan pendakian yang sempat ditutup kembali dibuka menjelang malam tahun baru. Sementara itu, di Nusa Tenggara Barat, Gunung Ranjani akan menjadi tujuan utama wisatawan menghabiskan waktu di akhir tahun 2019 (

Aliran lahar pijar Gunung Merapi terlihat dari desa Kemerian di Seremban.

Kegiatan sosial mahasiswa di masyarakat, kegiatan ekonomi di masyarakat, contoh kegiatan humas di masyarakat, jenis usaha yang cocok untuk masyarakat yang tinggal di pedesaan adalah, kegiatan sosial di masyarakat, contoh kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat di daerah perkotaan adalah, kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan adalah, kegiatan lansia di masyarakat, kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat, kegiatan kerja bakti di masyarakat, contoh kegiatan sosial di masyarakat, kegiatan di masyarakat