Madiun

Kecanduan Gadget Picu Phubbing

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bak dua sisi mata pisau. Teknologi gadget memberikan berbagai kemudahan. Namun, di sisi lain memicu sejumlah ’’penyakit’’. Tidak sedikit efek negatif penggunaan ponsel pintar. Salah satunya, sikap cenderung masa bodoh saat berinteraksi dengan orang lain. ‘’Lebih asyik main ponsel daripada menyimak penuturan lawan bicara di hadapannya. Fenomena itu dikenal dengan istilah phubbing,’’ kata Andi Cahyadi, salah seorang psikolog, Selasa (24/8).

Andi menjelaskan, phubbing muncul karena adanya keinginan yang begitu kuat untuk tetap update informasi. Terutama melalui media sosial. ‘’Ada gejala fear of missing out atau biasa disingkat FoMO. Yaitu, kekhawatiran ketinggalan informasi yang berlebihan,’’ ungkapnya.
Seseorang yang dijangkiti phubbing, lanjut Andi, berpotensi dijauhi lingkungan pergaulannya. Selain itu, tidak bisa berkonsentrasi saat berinteraksi dengan orang lain. ‘’Ngobrol A, malah bahasannya menjadi Z,’’ ujarnya.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan phubbing semakin menggejala di masyarakat dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Sebab, mereka memilih fokus ke gadget lantaran interaksi secara tatap muka dengan orang lain dibatasi. ‘’Karena itu, saat pandemi begini rajin melakukan aktivitas lain, misalnya olahraga atau hobi lainnya,’’ tutur Andi.

Dia juga menyarankan seseorang memiliki komitmen pada diri sendiri saat berinteraksi dengan orang lain. ‘’Misalnya, taruh gadget di tas. Jangan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau,’’ pungkasnya. (irs/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button