Madiun

Kebutuhan Oksigen Rumah Sakit di Kota Madiun Naik Berlipat-lipat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebutuhan oksigen sejumlah rumah sakit rujukan di Kota Madiun meningkat berlipat-lipat. Seiring melonjaknya pasien dan penambahan jumlah tempat tidur ruang isolasi Covid-19. RSUD Soedono Madiun (RSSM) meningkat dua kali lipat. Sementara RSUD Kota Madiun (Sogaten) stok oksigen likuid (cair) diperkirakan hanya cukup untuk kebutuhan empat hari ke depan.

Kabid Penunjang Medik RSSM Kuswanto mengatakan, peningkatan kebutuhan terjadi sejak dua bulan terakhir atau pasca-Lebaran. Februari-April, kebutuhan oksigen di rumah sakit pelat merah itu 60 ribu meter kubik per bulan. Meningkat menjadi 90 ribu meter kubik per bulan pada Mei-Juni. ‘’Kebutuhan oksigen tiap pasien bervariasi, tergantung kondisi. Perkiraan rata-rata 10 liter per menit,’’ kata Kuswanto, Selasa (6/7).

Kendati demikiain, dia memastikan pasokan oksigen di RSSM aman. Rumah sakit milik Pemprov Jatim itu memiliki dua sentral oksigen likuid. Satu di halaman depan rumah sakit, samping IGD, dengan kapasitas 17.086 meter kubik. Satu lainnya di area Paviliun Merpati (Jalan Bali) dengan kapasitas 4.564 meter kubik.

Sementara di RSUD Sogaten, stok oksigen diperkirakan hanya cukup untuk empat hari ke depan. Jika seluruh pasien mengalami gejala sedang atau membutuhkan oksigen 9 liter per menit, dipastikan stok oksigen tak sampai empat hari. ‘’Likuid yang tadinya disuplai satu minggu sekali, sekarang dua kali seminggu,’’ kata Plt Direktur RSUD Kota Madiun Agus Nurwahyudi.

Kebutuhan oksigen dalam sebulan mencapai 15 ribu meter kubik. Dipasok dua kali seminggu, sekali kirim 2.500 meter kubik. Kebutuhan itu dipenuhi dari sentral oksigen di belakang rumah sakit milik Pemkot Madiun tersebut. Sejauh ini pihaknya memastikan distributor siap memenuhi kebutuhan. ‘’Samator selaku agen penyuplai oksigen menyatakan kesiapannya memasok,’’ ujarnya.

Agus menyebut, kebutuhan likuid tersebut dibantu 120 tabung mobile per bulan. Tiap tabung berkapasitas 6 meter kubik. Kendati kepastian pasokan aman, menurut dia stok yang ada terbilang pas-pasan. ‘’Tapi, pelayanan kepada pasien tetap jadi prioritas,’’ tegasnya. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button