Madiun

Kebut Proyeksi Peceland dan Smart Branding Sumber Umis

Cepat Baca Situasi, Evaluasi Smart City

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Madiun Maidi tidak henti-hentinya mengingatkan seluruh kepala organisasi kepala daerah (OPD) untuk terus meningkatkan kapasitas dan koordinasi. Itu disampaikan saat memimpin rapat evaluasi satu tahun Gerakan Menuju 100 Smart City yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI.

Maidi menyatakan, smart city yang dijalankan pemkot mendasar enam pilar. Smart governance, smart branding, smart economy, smart society, smart living, dan smart environment. Tahun ini fokusnya bergeser ke smart branding dan economy. ”Dari semua smart itu akan ditangkap smart-smart yang lain,’’ kata Maidi.

Smart branding yang dimulai tahun lalu berhasil mengubah beberapa tempat menjadi ikonik. Mulai landmark patung pendekar di perlimaan Diponegoro, jalur pedestrian atau Malioboro-nya Madiun di Jalan Pahlawan, patung bundaran Kran di Pertigaan Mayjen Sungkono, Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun, pohon pule, hingga patung gajah. ‘’Ini kami sebut sebagai smart branding lokal,’’ ujarnya.

Pemkot juga bakal menambah ikon baru. Yakni, penataan kawasan Sumber Umis yang digadang-gadang bakal menjadi smart branding dunia. Di kawasan yang dikenal kumuh itu bakal dibangun ikon-ikon bernuansa Asia, Eropa, dan Timur Tengah. ‘’Kita sudah evaluasi. Insya Allah target satu tahun sudah terpenuhi. Mana yang kurang akan kami kejar di tahun kedua nanti,’’ tuturnya.

Taman yang pengerjaannya dimulai tahun ini itu diharapkan dapat mendukung smart economy. Di tempat itu juga bakal ditempati pedagang kaki lima (PKL). Pun berbagai kuliner yang terjamin kebersihannya, dijajakan. Tidak hanya menarik kunjungan wisatawan, tapi juga meningkatkan perputaran roda ekonomi masyarakat. ”Dari 514 daerah, kita termasuk 25 kota yang terpilih sebagai smart city,” ungkapnya.

Pemkot juga bakal mengebut pengembangan Peceland yang diproyeksikan menjadi wisata kuliner Jawa Timur bagian barat. Karenanya, Maidi meminta seluruh OPD dapat meningkatkan kinerja dan kapasitas serta koordinasi. Sebab, dalam menuntaskan pembangunan Peceland melibatkan lintas sektoral. ‘’Semua OPD harus cepat membaca situasi, tapi tidak melanggar, itu smart,’’ sebutnya.

Dalam paparannya, Maidi membeberkan progres Peceland saat ini. Di antaranya, badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) menyusun surat keputusan (SK) tim koordinasi Peceland; dinas pekerjaan umum dan tata ruang (DPUTR) menyusun grand design; dinas pertanian dan ketahanan pangan (diperta-KP) melakukan pembersihan lahan (empat petak), juga penanaman pohon turi dan jeruk; serta dinas penanaman modal, pelayanan terpadu satu pintu, koperasi, dan usaha mikro (DPMPTSPKUM) melakukan penawaran kepada investor. (kid/c1/fin)

Tiga Titik Baru Tunggu Restu

TIGA titik baru diusulkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun untuk penambahan pohon pule. Menggenapi penanaman 12 titik di tahun lalu. Titik baru itu di sekitaran PG Rejo Agung Baru, Jalan Basuki Rahmad, dan pertigaan Jalan Merak.

Kabid Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum Disperkim Kota Madiun Jumakir menegaskan, penambahan titik baru itu sebatas usulan. Belum tentu direstui. Penentuannya tetap harus melalui pertimbangan matang. ‘’Harus dikaji terlebih dahulu,’’ kata Jumakir.

Salah satu unsur yang harus dipenuhi yakni analisis mengenai dampak lingkungan dan lalu lintas (amdal-lalin). Beberapa aspek harus diperhatikan. Lokasinya harus strategis dan memperhatikan estetika tata ruang kota. Serta tidak mengganggu arus lalu lintas dan minim risiko merusak bangunan di sekitar. Juga, bisa dijadikan jujukan berswafoto. ‘’Nanti semuanya pohon pule,’’ sebutnya.

Sebanyak 12 titik yang telah ditanam lebih dulu tersebar di simpang Jalan dr Soetomo-Jalan Panglima Sudirman, perempatan dan taman Jalan Bali, Jalan Bogowonto, Jalan Mayjend Sungkono, sebelum Perempatan Tugu, kawasan alun-alun, perempatan Jalan Jawa,  taman depan mapolresta, simpang tiga Jalan Slamet Riyadi-Jalan Diponegoro, RTH PG Rejo Agung Baru, dan depan PT INKA (Persero). ”Kami juga menanti instruksi lanjutan dari Pak Wali. Apakah dimungkinkan ada lokasi lain atau seperti apa,’’ ujarnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close