MadiunMejayan

Kebut Perbaikan Jembatan Bajulan, Target Lebaran Bisa Dilewati

MEJAYAN – Problem sumber biaya perbaikan Jembatan Bajulan, Saradan, kelar. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun mendapat restu menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT). Kini, jangka rehabilitasi infrastruktur yang ambutment-nya keropos itu sekitar 40 hari kalender. Pemkab harus mengebut dengan target jembatan bisa dilewati pemudik lebaran awal Juni mendatang. ’’Perbaikan ini untuk antisipasi Lebaran,’’ kata Kepala DPUPR Kabupaten Madiun Arnowo Widjaja kemarin (25/4).

Penggunaan BTT sebatas difokuskan perbaikan fondasi dan plat injak yang ambles 17 April lalu. Tujuannya membuka kembali akses jalur alternatif Madiun-Ngawi yang ditutup total sejak terjadinya kerusakan. Berkaca momen Lebaran, penutupan tersebut berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik. Sebab, Jalan Patimura –lokasi Jembatan Bajulan– seolah menjadi jalan buntu hingga membuat kendaraan-kendaraan dialihkan ke jalur lainnya. ’’Kami kembalikan normal terlebih dulu,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Arnowo menjelaskan, penggunaan dana BTT untuk mempercepat perbaikan sudah berdasar sejumlah kajian. Di antaranya, kajian hukum bahwa skema pengadaan untuk kondisi urgent sangat khusus. Pencarian rekanan pelaksana tidak perlu dicari lewat sistem lelang, melainkan penunjukan langsung (PL) meski estimasi biaya lebih dari Rp 200 juta. DPU Bina Marga Jawa Timur juga memberikan lampu hijau. ’’Disetujui pakai BTT,’’ ucapnya.

Meski sistem PL, DPUPR tidak asal pilih rekanan pelaksana. Dinas itu tetap mencari kontraktor yang mumpuni dari berbagai aspek. Mulai peralatan kerja, ketersediaan material bangunan, anggaran, serta berpengalaman. Tiga aspek yang disebut di awal itu mutlak karena pihaknya tidak membayar di muka. Rekanan harus menalangi segala kebutuhan terlebih dulu. Pelunasan ketika pekerjaan tuntas dengan biaya sesuai besaran volume. ’’Meski bergantung volume, tapi kami punya estimasi biaya di kisaran Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar,’’ ungkapnya.

Kemarin, satu unit excavator melakukan pembersihan di sekitar titik jembatan yang rusak. Alat berat itu membongkar permukaan plat injak sisi utara yang ambles. Serta plengsengan tanah di sebelah timurnya. Sebelumnya, mesin keruk itu telah membersihkan rerimbunan sampah bambu yang tersangkut di pilar jembatan. ‘’Excavator sudah mulai bekerja sejak kemarin (Rabu, 24/4),’’ ucap Arnowo sembari menyebut rekanan pelaksana dari Madiun.

Arnowo tidak memasang target dalam jangka berapa lama menyelesaikan perbaikan kepada rekanan. Hanya, dia menekankan jembatan itu sudah tidak menjadi ruas buntu di momen Idul fitri. ‘’Secepatnya, kalau bisa H-10 itu sudah selesai,’’ pungkasnya. (cor/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close