Magetan

Kebakaran Lawu Masih Sulit Dipadamkan

56 PENDAKI TURUN GUNUNG

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tak mudah memadamkan kobaran api di Gunung Lawu. Hingga Minggu (17/11), pemadaman terus dilakukan di sekitaran RPH Bedagung, Panekan. Petugas harus mengambil langkah tepat dalam melakukan pemadaman di masa peralihan ini. Salah ambil keputusan, sapuan angin kencang bisa memperburuk keadaan. ‘’Dikhawatirkan, api lebih dulu menjalar sebelum petugas berhasil menyelamatkan diri,’’ ungkap Ari Budi Santosa, Kalaksa BPBD Magetan. BPBD Magetan.

Fokus penanganan baru sebatas membuat ilaran. Meski, tetap saja ada yang jebol setelah terkena rembetan ranting pohon yang tersapu angin kencang. Itu cukup membuat petugas kewalahan. ‘’Ada area yang belum terjangkau karena terhalang jurang,’’ tuturnya.

Kemarin (17/11), sebanyak 197 personil dikerahkan. Adapun titik api di petak 56 a-1, 52 a, 52 b, dan 56 b telah padam. Namun, kobaran api masih sangat berpotensi meluas. Pun, belum dapat ditarik kesimpulan berapa luasan lahan yang terbakar. ‘’Dua hari ini masih fokus penanganan. Kami harapkan ilarannya efektif menghalau kobaran,’’ tegasnya.

Sehari sebelumnya (16/11), tak kurang dari 445 personil dari BPBD, Perhutani, TNI Polri dikerahkan. Namun, besarnya kobaran api dan kencangnya tiupan angin tetap membuat pemadaman tak maksimal. ‘’Banyak kendala,’’ ujarnya.

Ari memastikan, kobaran api kini telah merembet ke area hutan produktif. Banyak tanaman kopi, cengkih, tembakau dan alpukat yang terbakar. Meski belum merambat jalur pendakian, rembetan api sudah sampai di perbatasan Magetan-Ngawi.

Jalur Singolangu, Cemoro Kandang, Candi Cetho Terlarang

TIGA hari sejak Gunung Lawu kebakaran, jalur pendakian tetap ditutup. Perhutani tak menghendaki insiden ini sampai mengancam keselamatan para penapak ketinggian. Tidak ada pengecualian. Larangan ini berlaku baik di jalur pendakian Singolangu, Cemoro Kandang maupun Candi Cetho.

Marwoto mengungkapkan sempat ada 56 pendaki yang belum turun pada Sabtu (16/11). Namun, kesemuanya telah diminta turun dan dipastikan kembali ke gerbang pendakian dengan selamat keesokannya (17/11). ‘’Kita tidak bisa memprediksi. Apakah api mendekat atau justru menjauh dari jalur pendakian,’’ kata asisten Perhutani KPH Lawu Ds, itu.

Sampai kini pun, tegas Marwoto, Lawu Ds juga konsentrasi menangani pemadaman di petak 56 b RPH Bedagung. Api yang semula merembet ke bagian atas pegunungan itu cukup dikhawatirkan mengancam jalur pendakian. ‘’Jalur pendakian kami tutup sejak Jumat (15/11) siang,’’ tegasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Magetan kemarin, basecamp Cemoro Sewu sudah sepi dari para pendaki. Sebagian besar telah mendengar kabar kebakaran dan bersiap pulang ke daerahnya masing-masing. ‘’Kami tak ingin tergesa membuka jalur pendakian sebelum kondusif.’’ (fat/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close