Madiun

Kawasan Kumuh Sumber Umis Disulap Jadi Taman Flamboyan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan kumuh di bawah parkir Sumber Umis bakal disulap menjadi taman bunga. Pohon flamboyan menjadi salah satu ikon yang bakal ditanam. Agar keindahannya menyerupai Taman Kumbasari di Bali.

Kabid Pertamanan, Permakaman, dan Penerangan Jalan Umum Disperkim Kota Madiun Jumakir menyebut telah menyiapkan 13 pohon flamboyan. Penggalian lubang untuk penanamannya pun telah dilakukan. ‘’Hari ini (kemarin, Red) kami lakukan penggalian. Kemungkinan besok ditanam,’’ kata Jumakir.

Rencananya, pohon flamboyan ditanam di sisi selatan sungai di bawah lahan parkir. Taman flamboyan itu bersebelahan dengan gazebo di sepanjang tepian sungai. ‘’Ditanam di satu titik,’’ ujarnya.

Jumlah pohon yang bakal disiapkan bisa bertambah. Menyesuaikan konsep penataan lanjutan. Di sisi selatan taman flamboyan juga bakal ditanami bunga kertas, angsana, bugenvil, dan bunga lainnya. ‘’Nanti dibuat terasering. Menunggu konsep tata ruang dari DPUTR,’’ ungkapnya.

Di kawasan itu, lanjut Jumakir, bakal terdiri 37 taman. Sesuai jumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Madiun. Pun, setiap OPD itu bertanggung jawab pemeliharaan dan perawatan untuk masing-masing taman. ‘’Model pengembangan tamannya tergantung masing-masing OPD. Bisa jadi ada penambahan jenis bunga,’’ terangnya.

Adapun sisi utara sungai dari timur ke barat digunakan untuk akses jalan keluar. Rencananya bakal dibuatkan akses khusus menuju Jalan Pandan. Untuk penerangan, disperkim menyiapkan sepuluh lampu utama. Penempatannya di selatan (4 lampu) dan  utara (6 lampu). ‘’Modelnya didesain artistik agar berbeda dari umumnya,’’ imbuh Jumakir.

Konsep penataan itu mengadopsi Taman Kumbasari di Bali. Fasilitas yang disediakan lebih lengkap. Mulai arung jeram, musala berbentuk Kakbah, Tower Zamzam, Menara Eiffel, juga Big Ben (menara jam di London). (kid/c1/fin)

Pasar Kembang Baru Membentang Panjaitan-Dawuhan

PEMBANGUNAN pasar kembang start bulan depan. Lokasi baru disiapkan dua hektare di Jalan D.I. Panjaitan. Persisnya di utara Graha Krida Praja, Kota Madiun. Meninggalkan lokasi lama di Jalan Larasati (barat Stadion Wilis, Madiun) demi mewujudkan ikon kota sejuta bunga.

DUA HEKTARE: Lahan bakal pendirian pasar kembang baru di Jalan D.I. Panjaitan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun Suwarno menguraikan, pasar kembang baru itu membentang ke timur dari D.I. Panjaitan tembus Jalan Dawuhan. Pintu masuk pengunjung dari arah timur. Konsep bangunannya semi-outdoor. ‘’Kurang lebih hampir sama dengan pasar kembang di Jalan Larasati,‘’ ujarnya.

Anggaran Rp 6 miliar dari APBD 2020 yang disiapkan belum mencakup penghitungan tanah uruk untuk meratakan lokasi. Sebab, permukaan tanah lokasi baru lebih rendah dibanding jalan dan sungai di selatannya. ‘’Pengurukannya memang tidak kami anggarkan dari APBD,’’ ungkap Suwarno.

Mengingat biaya yang dibutuhkan untuk urukan saja tembus Rp 800 juta, DPUTR menyiasatinya. Dengan memanfaatkan material bekas urukan proyek normalisasi sungai di tahun lalu. ‘’Semua bekas galian pekerjaan tahun lalu kami pindahkan ke situ. Kami siasati seperti itu karena memang tidak dianggarkan di APBD,’’ terangnya.

Suwarno mengurai, pekerjaan pasar kembang baru digarap secara paralel bersama beberapa proyek lain. Seperti renovasi Pasar Sleko dan pembangunan sentra kuliner di Jalan Rimba Mulya. Pekerjaan diawali dengan menormalisasi saluran air Terate di Jalan Rimba Mulya. ‘’Selesai lelang, pekerjaan fisik langsung dimulai,’’ tuturnya.

Setelah itu barulah pengerjaan fisik di pasar kembang dan Pasar Sleko. Setelah semua tahapan itu selesai, pekerjaan kembali fokus pada pemasangan box culvert di saluran air Terate sepanjang 400 meter. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai September. Sehingga relokasi pedagang bisa dilakukan Oktober. ‘’Selesai pembangunan, seluruh pedagang dapat memanfaatkan pasar baru itu,’’ jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono menyebut bahwa pasar kembang diisi 50-an pedagang. Lokasi pasar baru diharapkan lebih mengakomodasi space berjualan. ‘’Semoga dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pedagang,’’ ucapnya. (kid/c1/fin) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button