Magetan

Kawasan Jalan Tembus Diprediksi Bakal Ramai

Aset Lahan Bisa Dialihfungsikan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Lahan di kawasan jalan tembus pasar sayur Magetan bebas dialihfungsikan. Sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW), kawasan tersebut untuk sawah tadah hujan dan permukiman warga. Namun, tidak termasuk lahan pangan pertanian berkelanjutan (LP2B). ‘’Jadi, bisa alih fungsi,’’ kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Muchtar Wahid Senin (13/1).

Menuut dia, hingga kini belum ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengajukan penggunaan lahan tersebut. Sementara baru Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan yang mengajukan penggunaan lahan di timur kantor Dinas Sosial (Dinsos) Magetan untuk pembangunan rumah susun sewan (rusuwa). Tepatnya, di utara jalan tembus. ‘’Tapi, hingga kini belum direalisasikan,’’ ujarnya.

Sesuai RTRW, DPUPR membangun jalan tepat di tengah-tengah aset Pemkab Magetan. Perencanaan pembangunan jalan digeser agak ke sisi selatan dan berimpitan dengan lahan warga. Jika dibangun di tengah aset, pemkab bisa memanfaatkannya untuk pembangunan. OPD bisa menggunakan aset itu untuk pengembangan. ‘’RTRW kami siapkan dulu. Tinggal siapa yang menggunakan bisa mengajukan,’’ terang Muchtar.

Di kawasan jalan tembus itu juga sudah dibangun los pasar kayu. Untuk merelokasi para pedagang yang bakal terdampak pembangunan lanjutan jalan tembus. Saat ini mereka masih menempati kios yang ada. Mereka siap ditempatkan di los baru. Karena jalannya sekarang sudah sangat lebar, sehingga memudahkan mobilisasi. ‘’Tinggal menunggu disperindag (dinas perindustrian dan perdagangan, Red) memindahkan,’’ tuturnya.

Kawasan jalan tembus, sebut Muchtar, juga pas untuk membangun pasar sayur baru. Dia yakin tidak akan menimbulkan konflik. Tinggal disperindag menindaklanjutinya. Terutama pendanaan. Sebab, butuh anggaran miliaran rupiah. Lahan parkir akan sangat luas. Pun akan terlihat bagus jika dilengkapi taman. Tidak ada lagi kendaraan yang parkir di bahu jalan. ‘’Lahannya sangat memungkinkan,’’ jelasnya.

Sementara itu, hingga kini juga belum ada pengembang yang mengajukan pembangunan perumahan. Padahal, kawasan itu kelak bakal ramai. Apalagi jika jalan tembus sudah menyambung hingga Jalan Mayjend Sungkono. ‘’Ketika infrastruktur sudah ready pasti akan ramai dengan sendirinya,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close