Madiun

Kasus Positif Korona di Madiun Semakin Menjadi, Pasien Antre di Drop Zone IGD

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jangan lengah! Jangan kendur! Gelombang pasien Covid-19 terus mengalir. Di halaman IGD RSUD Soedono Madiun (RSSM), tempat yang biasa untuk drop zone, kini dipenuhi pasien antre menunggu ruang isolasi. ‘’Saat ini waiting list pasien Covid-19 mencapai 15 orang,’’ kata Plh Direktur RSSM Dwi Siwi Mardiati, Rabu (7/7).

Perinciannya, 10 pasien menunggu di ruang observasi Covid-19 IGD. Sedangkan lima pasien lainnya terpaksa dirawat di drop zone IGD. Pasalnya, kapasitas ruang observasi Covid-19 di IGD hanya 10 tempat tidur (TT). ‘’15 pasien itu belum bisa masuk ke ruang perawatan isolasi,’’ lanjut Siwi.

Membeludaknya pasien juga lantaran bed occupancy ratio (BOR) mencapai 100 persen. BOR intensive care unit (ICU) Covid-19 mencapai 94 persen. ICU Covid-19 ini khusus merawat pasien dengan gejala berat. Sementara BOR isolasi Covid-19 terisi 101 persen. ‘’Total pasien saat ini 106 orang,’’ sebutnya.

Siwi memastikan layanan kesehatan pasien di drop zone tidak ada beda dengan yang dirawat di ruang observasi Covid-19 IGD. Mulai visite atau kunjungan untuk pemberian obat, vitamin, hingga alat bantu pernapasan (oksigen) jika dibutuhkan. Instalasi oksigen telah disiapkan di area tersebut. ‘’Tidak ada beda, layanan kesehatan sama,’’ tegasnya.

Sebagai antisipasi, manajemen berencana melakukan perluasan. Ruang di IGD zona hijau dan kuning akan diubah untuk observasi Covid-19. Tambahan itu berkapasitas 16 TT pasien sebelum dipindahkan ke ruang isolasi. Sehingga, total kapasitas IGD menjadi 26 TT. ‘’Manajemen telah melakukan pembahasan terkait perluasan tersebut,’’ ujarnya.

Rumah sakit pelat merah milik Pemprov Jatim itu juga akan menambah kapasitas ruang isolasi. Yakni, 20 TT di ruang Wijaya Kusuma E. Penambahan juga bagian dari antisipasi lonjakan Covid-19. Serta mengurangi daftar tunggu pasien Covid-19 di IGD. ‘’Perluasan perlu dilakukan secepatnya,’’ ungkapnya.

Sementara ini kapasitas ruang isolasi terdiri dari 110 TT. Bed tersebut tersebar di lima ruang isolasi Covid-19 dan satu ruang isolasi IGD. Dengan penambahan itu menjadi 130 TT. Siwi menyebut, pasien yang dirawat saat ini berasal dari Madiun Raya. Paling banyak dari Kota Madiun. ‘’Pasien suspect maupun terkonfirmasi positif,’’ pungkasnya. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button