Ngawi

Kasus Positif Covid-19 di Ngawi Tembus 3 Digit

Seorang Pasien Kategori Reinfeksi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Jumlah kasus positif Covid-19 di Ngawi akhirnya tembus tiga digit. Itu seiring tambahan tiga pasien baru Kamis (10/9). Dengan demikian, hingga saat ini warga yang terpapar korona mencapai sebanyak 100 orang.

Dari jumlah itu, 71 orang telah dinyatakan sembuh, 27 masih menjalani perawatan, dan dua meninggal. ‘’Tiga pasien baru itu saat ini menjalani perawatan di RSUD dr  Soeroto,’’ kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ngawi dr Yudono.

Yudono menyampaikan, pasien positif nomor 98 merupakan warga Desa Mojomanis, Kwadungan. Sedangkan pasien ke-99 berasal dari Kedungprahu, Widodaren. Sementara, pasien nomor 100 merupakan kasus reinfeksi dari Desa Ngancar, Pitu.

Menurut dia, kasus infeksi berulang yang dialami perempuan asal Ngancar itu merupakan yang pertama di Ngawi. Pasien tersebut sebelumnya pernah terinfeksi. Namun, belakangan kembali terpapar. ‘’Virus korona itu hampir sama dengan flu. Sekarang sembuh, seminggu kemudian ketika bertemu orang yang terinfeksi bisa terkena lagi,’’ papar Yudono.

Dia menyebut, pasien yang sudah sembuh sebenarnya berpotensi kebal dari Covid-19. Sebab, semua penyakit termasuk virus jika menginfeksi seseorang, tubuh mereka langsung membuat antibodi yang bisa menangkal infeksi dari virus yang sama.

Namun, jika kondisi tubuh seseorang tidak terjaga, virus tetap bisa menginfeksi lagi. Kasus seperti itu pula yang diduga dialami pasien nomor 100 tersebut. ‘’Mungkin kondisinya sedang drop. Jadi, saat suaminya dinyatakan positif, yang bersangkutan ikut tertular,’’ ungkapnya.

Yudono berharap, warga yang terinfeksi Covid-19 menjalani perawatan di rumah sakit. ‘’Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan selalu patuh protokol kesehatan. Apalagi, informasinya Covid-19 sekarang lebih cepat menular,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Kepala dan Staf Puskesmas Terpapar

PUSKESMAS Jogorogo terpaksa di-lockdown. Langkah tersebut diambil setelah kepala dan staf puskesmas tersebut dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. ‘’Dihentikan sementara aktivitas pelayanannya,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi dr Yudono Kamis (10/9).

Yudono mengungkapkan, Puskesmas Jogorogo ditutup sejak Rabu lalu (9/9) hingga Minggu (13/9). Selama pelayanan dihentikan, pihaknya akan melakukan proses disinfeksi di seluruh ruangan. ‘’Fasilitas lain di luar gedung juga didisinfeksi,’’ ujarnya.

Selama ditutup sementara, pelayanan dipindahkan ke puskesmas terdekat. Yakni, Puskesmas Kendal dan Ngrambe. Namun, untuk pelayanan ringan bisa dilakukan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas pembantu (pustu), pondok bersalin desa (polindes), klinik, dan sebagainya.

Mantan direktur RSUD dr Soeroto Ngawi itu menyebut, seluruh petugas medis dan karyawan Puskesmas Jogorogo sudah diambil swab-nya. Selama menunggu hasilnya keluar, mereka diwajibkan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. ‘’Kalau yang sudah terkonfirmasi positif harus diisolasi di rumah sakit,’’ tuturnya.

Meski demikian, Yudono optimistis pelayanan di puskesmas tersebut sudah bisa dibuka kembali Senin mendatang (14/9). Kelak, petugas maupun karyawan yang tidak memiliki kontak erat dengan dua orang terkonfirmasi positif Covid-19 itu bisa kembali masuk kerja. ‘’Kalau yang punya riwayat kontak erat tetap kami minta isolasi mandiri sampai hasil swab test-nya keluar dan dinyatakan negatif,’’ tandasnya.

Pantauan Radar Ngawi kemarin, tidak ada aktivitas apa pun di Puskesmas Jogorogo. Bahkan, dua akses keluar masuk puskesmas tersebut ’’diblokade’’ menggunakan garis penutup. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button