Madiun

Kasus Pertama Libatkan Anak di Bawah Umur

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Madiun Siti Zubaidah terperangah atas ulah Indrid Serli Mardiana, 34.

Warga Desa Sumberejo, Geger, itu tega menjual AN, 15, sebagai pekerja seks komersial (PSK). Keterlibatan anak di bawah umur 18 tahun dalam bisnis prostitusi online merupakan kasus kali pertama. ‘’Belum pernah terjadi sebelumnya,’’ kata Siti Rabu (12/8).

Siti menyayangkan AN bisa terjerumus dalam praktik prostitusi. Sebab, tanpa disadari, haknya sebagai anak telah terenggut. Banyak hal yang melatarbelakangi hal tersebut bisa terjadi. Antara lain, kemungkinan adanya permasalahan dengan orang tua atau lingkungan. ‘’Semoga tidak terulang lagi,’’ harapnya sembari menyebut 14 kasus kekerasan seksual terhadap anak dalam setengah tahun ini.

DP2KBP3A siap memberikan pendampingan kepada AN. Terlepas remaja itu ber-KTP Kota Madiun. Koordinasi lintas daerah bakal dilakukan. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu juga memandang kasus AN sebagai peringatan terhadap tempat hiburan malam (THM). Menilik pekerjaannya sebagai pemandu lagu (PL). ‘’Jangan mempekerjakan anak di bawah umur, atau lebih hati-hati dalam merekrut pekerja,’’ pesannya.

Siti tidak memungkiri keterlibatan AN hanya satu dari sekian kemungkinan kasus serupa. Berkaca perkembangan daerah yang semakin maju. ‘’Kami percayakan ke aparat kepolisian dalam hal pengembangan kasus,’’ ucapnya.

Dia menyebut, sepak terjang Indrid sebagai mucikari dalam setengah tahun terakhir menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya lembaganya, melainkan juga pengelola penginapan, aparat penegakan hukum dan perda, hingga masyarakat. ‘’Ketaatan regulasi harus ditingkatkan di samping perlu kerja sama dari berbagai pihak,’’ terangnya.

Sebelumnya, Indrid dibekuk polisi 1 Agustus lalu atas dugaan sebagai mucikari. Tersangka menawarkan para PSK via media sosial. Pelaku ditangkap di salah satu penginapan di Kota Madiun. Dalam tempo enam bulan, 20 perempuan telah dijual kepada pria hidung belang. Seorang di antaranya masih bau kencur. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close