Madiun

Kasus Penyekapan Pengusaha, Kapolres Madiun: Ada Unsur Dendam

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Polisi tidak menemui kesulitan berarti mengungkap kasus dugaan penyekapan bos konveksi asal Jakarta. Korban yang mengemudikan mobil dengan tangan terborgol sempat diburu warga di Desa Pajaran, Saradan, karena dianggap tabrak lari. ‘’Penyidikan kasus itu kami yang tangani,’’ kata Kapolres Madiun AKBP Jury Leonard Siahaan, Rabu (11/8).

Sejatinya, tempat kejadian perkara (TKP) awal kasus tersebut berada di luar wilayah hukum Polres Madiun. Pengusaha nahas itu, Hen, 38, warga Jakarta, disekap di Bogor. Kemudian, para pelaku menyanderanya di dalam Toyota Fortuner B 1540 BJR milik Hen. Tiga hari kemudian, Rabu (4/8), penyanderaan sampai di Kabupaten Madiun.

Pada hari itulah Hen berhasil kabur mengemudikan Fortuner-nya hingga bertabrakan dengan kendaraan lain. ‘’Setelah koordinasi dengan Polda Metro Jaya, diputuskan penyidikan di Polres Madiun meski TKP awal di Bogor. Mengingat, banyak saksi di Kabupaten Madiun,’’ terang Jury.

Tiga orang pelaku, yakni HS, 40, dan SK, 40, keduanya warga Kabupaten Ngawi, serta AF, 41, warga Jakarta, ditangkap polisi. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka. ‘’Berdasar keterangan korban dan pengakuan pelaku, total pelaku empat orang. Satu pelaku masih dalam pencarian,’’ ujar Kapolres.

Jury mengungkapkan, antara korban dan pelaku sebelumnya sudah saling kenal. Kedua belah pihak ada hubungan kerja sama. ‘’Ada dendam dari pelaku pada korban. Yang semula bersama-sama, kemudian berbalik dan justru menyekap korban,’’ bebernya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button