Madiun

Kasus Pencabulan Terhadap Anak Tirinya, Polisi Tetapkan Has Tersangka

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Polsek Kebonsari akhirnya menetapkan Has sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap Kembang (bukan nama sebenarnya), anak tirinya, Minggu (9/2). Status itu dilayangkan kepada pria 42 tahun tersebut setelah polisi melakukan penyidikan selama dua hari.

Sebelumnya, tersangka dibekuk polisi di Stasiun Madiun. Saat itu tersangka berusaha kabur ke Jakarta pascaberita korban melahirkan diketahui masyarakat akhir pekan lalu.

Penetapan Has sebagai tersangka didasari pengakuan pria itu yang pernah menggauli Kembang. Ada juga barang bukti berupa pakaian dalam yang digunakan korban. Untuk lebih menguatkan bukti adanya tindak pencabulan, polisi juga telah mengantongi hasil visum Kembang. ‘’Setelah kami lakukan pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya,’’ kata Kapolsek Kebonsari AKP Sunu Budiarto.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka melancarkan aksinya dengan cara merayu korban. Namun, tidak disertai dengan iming-iming atau menjanjikan imbalan. ‘’Perbuatan itu dilakukan berulang kali oleh tersangka. Bahkan, ketika pulang sekolah sekalipun. Katanya, sehari bisa sampai dua kali,’’ terangnya.

Namun, Budiarto menyebut Kas, ibu Kembang, bisa saja menyusul Has ke penjara. Apabila dari hasil pemeriksaan didapati adanya perbuatan yang secara sengaja melindungi aksi tersangka. ‘’Sementara ini, ibu korban diduga turut membantu, menyembunyikan korban karena hamil. Tapi, saat ini kami masih fokus ke tersangka dulu,’’ ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Has harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Kebonsari. Dia dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 81 dan/atau 82 UU 17/2016 tentang Perubahan Kedua UU 35/2014 tentang Perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Serta, pasal 46 UU 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) jo pasal 64 KUHP lantaran telah melakukan perbuatan cabul secara berulang-ulang. ‘’Ancaman hukuman maksimal 15 tahun, minimal lima tahun penjara,’’ terang Budiarto. (den/c1/her)

Dampingi Korban agar Tidak Makin Tertekan

DINAS Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Madiun langsung bereaksi atas kasus pencabulan oleh Has kepada anak tirinya, Kembang, di Kebonsari. Pendampingan mereka lakukan bukan hanya pada Kembang. Tapi juga terhadap Kas, ibunya, dan bayi laki-laki yang baru dilahirkan korban. ‘’Dalam kasus ini, ketiganya saling berkaitan satu sama lain,’’ kata Kepala DP2KBP3A Kabupaten Madiun Siti Zubaidah Minggu (9/2).

Pihaknya dengan polres bakal berkoordinasi untuk melakukan pendampingan kepada korban. Sebab, kondisi psikologis dan mental korban saat ini pasti tertekan. ‘’Secepatnya kami akan lakukan penjangkauan dan pendampingan hingga proses hukum selesai. Setelah itu selesai, kami akan berkoordinasi dengan OPD (organisasi perangkat daerah, Red) lain agar dia tidak kehilangan hak-hak dasarnya,’’ jelas Siti.

Dia turut menyesalkan sikap Kas yang terkesan melindungi Has dibandingkan Kembang. ‘’Kecondongan seperti itu bisa saja terjadi karena beberapa faktor. Misalnya akibat adanya tekanan pribadi dari perempuan itu lantaran kebutuhan keluarga hanya bergantung pada pria,’’ beber Siti.

Pihaknya memprediksi berbagai kemungkinan yang bisa ditimbulkan jika keadaan seperti itu tidak tertangani. Dampak negatif bisa menyasar Kembang beserta bayinya. ‘’Dia (Kembang, Red) masih usia sekolah, kemungkinan besar bayi akan dirawat oleh ibunya (Kas). Jika kondisi psikis ibunya tidak stabil, bisa jadi bayi itu dianggap sebagai sumber masalah,’’ tuturnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close