Ponorogo

Kasus Ledakan Petasan Ngasinan Belum Tutup Buku

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Insiden ledakan petasan yang memakan nyawa kakak beradik di Dusun Ngasinan, Sukorejo, Ponorogo, ternyata belum terungkap penuh. Polisi masih memeriksa belasan saksi untuk menggali motif almarhum Sunardi, 23, dan Samuri, 21, meracik bahan mercon hingga meledak pada akhir April lalu. ‘’Ada 17 saksi yang sudah kami minta keterangannya,’’ kata Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo Ipda Guling Sunaka, Sabtu (21/5).

Mayoritas saksi membenarkan bahwa petasan yang keburu meledak itu sedianya hendak digantung ke balon udara. Nah, mereka mengaku sekadar membuat balon berbahan lembaran plastik. ‘’Peran para saksi yang anggota karang taruna itu merangkai balon udara,’’ terang Guling.

Penyidik kini tengah menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta uji laboratorium dari tim Inafis Polda Jatim dan Puslabfor Cabang Surabaya. Hasil otopsi juga menjadi bagian dari upaya pembuktian. ‘’Untuk menentukan status perkara, apakah memenuhi cukup bukti untuk naik ke proses penyidikan atau tidak,’’ ungkapnya. (mg4/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button