Madiun

Kasus Korupsi ADD, Kades Morang Divonis Setahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sukamto, kepala Desa Morang, Kare, Kabupaten Madiun, akhirnya meringkuk di balik jeruji besi. Kasasi terpidana kasus korupsi alokasi dana desa (ADD) 2012 itu ditolak Mahkamah Agung.

Selasa (26/11) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun mengeksekusi terpidana yang sebelumnya berstatus tahanan kota tersebut. Setelah menerima salinan putusan dari Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya. ‘’Perkara ini baru inkracht setelah enam tahun,’’ kata Kajari Kabupaten Madiun Dzakiyul Fikri.

Fikri mengungkapkan, Sukamto diputus bersalah oleh majelis hakim PN Tipikor Maret 2013 silam. Vonisnya satu tahun penjara, denda Rp 50 juta, dan subsider kurungan satu bulan penjara. Tidak puas, terpidana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur. Setahun berselang putusannya keluar dengan vonis yang sama. Upaya kasasi ditolak MA tahun lalu. ‘’Release-nya kami terima kemarin (Senin, 25/11),’’ ujarnya.

Dia menyebut, Sukamto sudah mengetahui bahwa kasasi ditolak. Itu diketahui kala pemanggilan untuk proses eksekusi. Terpidana kooperatif mendatangi kantor kejari tanpa ada jemputan paksa. Sebelum akhirnya dibawa ke Lapas Kelas I Madiun setelah menjalani pemeriksaan. ‘’Terpidana sudah legawa,’’ ucapnya.

Sukamto yang mengenakan kaus kerah warna putih-oranye tiba di lapas sekitar pukul 12.00. Didampingi tim pidsus, dia masuk ke hotel prodeo. Koruptor yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 105 juta itu terlihat tenang ketika di-shoot oleh awak media. ‘’Pengembalian kerugian negara dan uang pengganti adalah hak dia (terpidana, Red). Kalau tidak bisa melaksanakan, tentunya ada hukuman pengganti,’’ tegas Fikri. (cor/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button