PeristiwaPonorogo

Kasus Kematian Eko Prayudi: Temukan Tanda Kekerasan di Tubuh

PONOROGO – Kematian Eko Prayudi masih menyisakan misteri. Penyebab pria yang meninggal di rumah kakak iparnya itu terus didalami polisi. Kemarin (28/8) Sat Reskrim Polres Ponorogo meminta bantuan tim doktor polisi (dokpol) RS Bhayangkara Kediri untuk mengotopsi jasad warga Desa Somoroto, Kecamatan Kauman, itu.

Pantauan Radar Ponorogo, otopsi terhadap Eko dilakukan petugas di kamar jenazah RSUD dr Harjono. Proses tersebut berjalan hampir dua jam. Dipimpin dr Tutik Purwanti SpF. Ada dua jenis pemeriksaan yang dilakukan tim dokpol RS Bhayangkara terhadap jasad pria yang meninggal di Jalan Sumatera, Kelurahan Banyudono, Ponorogo, itu.

Yaitu, pemeriksaan luar dan dalam. Dari hasil pemeriksaan luar, pihaknya mendapati sejumlah tanda kekerasan dan tanda-tanda kematian lemas. ‘’Sedangkan, dari pemeriksaan dalam, tidak tampak ada kelainan,’’ kata Tutik kepada wartawan.

Kendati demikian, Tutik mengaku belum bisa memberikan penjelasan saat ini terkait penyebab pasti kematian Eko. Tapi, yang jelas, dari hasil pemeriksaan didapati adanya sedikit tanda kekerasan. Terutama, di bagian leher dan mulut korban. ‘’Saya tidak bisa memastikan apakah itu penyebabnya (karena bekapan atau hal lain),’’ ujarnya.

Namun, dari hasil otopsi, dapat disimpulkan bahwa korban mati lemas. Terkait apa yang menjadi penyebab dasar kematian Eko, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik Polda Jatim. ‘’Hasilnya mungkin dapat diketahui dalam satu atau dua minggu lagi, sejak pengiriman sampel,’’ terang Tutik.

Dia tak menampik memang ada sejumlah sampel tambahan yang sengaja dibawa ke laboratorium forensik Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan lebih detail. Antara lain, sampel urine, darah, dan cairan lambung korban. ‘’Yang pasti, nanti hasil pemeriksaan laboratorium itu akan kami sampaikan kepada penyidik Sat Reskrim Polres Ponorogo,’’ tutur Tutik.

Sementara itu, penyidik terus berusaha mendalami motif di balik kematian Eko. Beberapa anggota keluarga korban kemarin giliran diperiksa di ruang sat reskrim polres. ‘’Ada tiga orang saksi yang sudah kami mintai keterangan. Salah satunya anak korban (Hendra Nur Prasetyawan, Red),’’ ujar Kasat Reskrim Polres AKP Maryoko.

Selanjutnya, dari keterangan para saksi akan dikombinasikan dengan hasil otopsi untuk dijadikan sebagai bahan gelar perkara. Adapun sejumlah barang bukti berhasil diamankan dari lokasi kejadian. Di antaranya, pakaian korban dan sebuah bantal. ‘’Kalau memang nanti ada saksi lain akan kami tindak lanjuti,’’ terang mantan kasat reskrim Ngawi itu.

Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah korban dibunuh atau meninggal karena penyebab lain. Yang pasti, penyelidikan masih terus berjalan sampai saat ini. Selain itu, penyidik terus mendalami motif di balik kematian Eko. ‘’Dari pemeriksaan tersebut (otopsi, Red), kami berharap bisa mendapatkan gambaran penyebab kematian korban,’’ ucap Maryoko.

Sebagaimana diketahui, pada Senin lalu (27/8) Eko Prayudi ditemukan tewas di dalam kamar rumah adik iparnya di Jalan Sumatera, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), korban didapati meninggal dengan kondisi mulut mengeluarkan busa. (her/c1/rif)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button