Ngawi

Kasus Dugaan Penipuan, Direktur BPR Utomo Widodo Mangkir Pemanggilan Polisi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Masih ingat langkah Sarinten yang memolisikan Direktur BPR Utomo Widodo Suci Sugiharti atas kasus dugaan penipuan awal Juni lalu? Penanganan kasus bermodus pencatutan nama sebagai nasabah itu masih berkutat menggali informasi para saksi. ‘’Masih proses penyelidikan,’’ kata Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Ngawi Iptu Basuki Rahmat, Senin (16/8).

Dua bulan berjalan, benang merah kasus dugaan penipuan belum terungkap. Salah satu sebabnya penyidik belum mengantongi keterangan Suci sebagai saksi. Polisi sejatinya telah melayangkan surat panggilan ke rumahnya 10 hari lalu. Namun, yang bersangkutan mangkir dari panggilan. ‘’Tidak hadir tanpa keterangan apa pun,’’ ujarnya.

Basuki menyatakan, surat panggilan kedua bakal dikirimkan dalam waktu dekat. Penyidik tengah menjadwalkan waktunya. Bila nantinya tetap tidak hadir, penjemputan bakal dilakukan sebagaimana ketentuan pasal 112 KUHAP. ‘’Dipanggil kembali dengan surat perintah membawa,’’ ucapnya.

Dia menyebut, penyidik sejauh ini telah memintai keterangan delapan saksi. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Mereka adalah pelapor, keluarga pelapor, dan karyawan BPR Utomo Widodo. ‘’Keterangan dari para saksi belum dapat disampaikan,’’ terangnya.

Seperti diketahui, Sarinten meminjam duit Rp 30 juta ke Suci empat tahun silam. Dalam proses pelunasan awal tahun ini, warga Desa Kersoharjo, Geneng, itu tiba-tiba ditagih angsuran atas pinjaman Rp 290 juta di BPR Utomo Widodo. Padahal, pinjamannya kala itu bersifat pribadi.

Kemudian permasalahan lain yang melibatkan BPR Utomo Widodo mencuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha bank itu Kamis lalu (12/8). Hingga berita ini ditulis, OJK belum dapat memberikan keterangannya. ‘’Kami belum bisa memastikan. Sampai saat ini belum ada laporan yang masuk,’’ kata Basuki ketika ditanya ada tidaknya korban dugaan penipuan lebih dari satu orang. (odi/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button