Madiun

Kasus DBD di Kota Madiun Naik 32 Persen

245 Penderita, Dua Meninggal Dunia

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Kota Madiun bisa jadi semakin sadar dengan kebersihan lingkungan sekitarnya. Namun, faktanya penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah setempat masih merajalela. Bahkan, pada 2019 lalu meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Catatan dinas kesehatan dan keluarga berencana (dinkes-KB) setempat, sepanjang 2018 terdapat 78 kasus DBD. Sementara, pada tahun lalu naik menjadi 245 atau 32 persen. Dari jumlah itu, dua penderita meninggal dunia.

”Tahun lalu Jawa Timur peringkat pertama penyumbang angka DBD terbanyak se-Indonesia,’’ kata Kepala Dinkes-KB Kota Madiun Agung Sulistya Wardani Kamis (9/1).

Wardani meminta warga mewaspadai DBD, khususnya saat musim penghujan. Apalagi, 90 persen kelurahan Kota Madiun merupakan daerah endemis. Parameternya, tiga tahun terakhir selalu ada temuan kasus DBD. ”Faktor lingkungan sosial seperti pendidikan serta mobilitas dan kepadatan penduduk juga berpengaruh,’’ ujarnya.

Dia menuturkan, gejala DBD di antaranya demam tinggi mencapai 39-40 derajat. Selain itu, nyeri di perut dan pusing. ‘’Kalau mendapati gejala seperti itu segera periksakan ke dokter. Kalau ternyata positif DBD, harus dirawat intensif di rumah sakit,’’ imbau Wardani.

Wardani menambahkan, ancaman penyakit pada musim penghujan tidak hanya DBD, tapi juga diare. ‘’Diare bisa menimbulkan dehidrasi. Kalau dehidrasinya sudah parah, pembuluh darah dapat kolaps dan tidak bisa diinfus. Hal itu bisa menyebabkan kematian,’’ pungkasnya. (mg3/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button