Ponorogo

Kasus Covid-19 Ponorogo: Dari 100 Bed RS Rujukan, Nyaris Semuanya Terisi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tren kematian akibat coronavirus belum menunjukkan tanda-tanda melandai di Ponorogo. Fatality rate (tingkat kematian) itu nangkring di angka 9,77 persen. Sedangkan kasus aktif Covid-19 sempat naik turun hingga stagnan di angka 80 sampai 90 belakangan ini. ‘’Kasus masih tinggi, penularan belum menunjukkan penurunan. Tidak hanya Ponorogo, daerah lain di Madiun Raya juga sama,’’ kata Rahayu Kusdarini, Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo pada Senin (31/5).

Menurut dia, skor yang didapat Ponorogo untuk urusan penanggulangan pandemi Covid-19 adalah 1,9 yang berarti batas minimal risiko sedang. Jika tingkat kematian dan kasus aktif tak kunjung membaik atau justru memburuk, maka tidak menutup kemungkinan Ponorogo terjerembap ke zona merah dengan skor kurang dari 1,8. Untuk menentukan warna zonasi suatu daerah, pemerintah menggunakan 11 indikator. Di antaranya, epidemiologi, dua indikator surveilans kesehatan masyarakat, serta dua faktor pelayanan masyarakat. ‘’Sekarang ini Ponorogo masuk zona oranye,’’ sebutnya.

Irin –sapaan Rahayu Kusdarini– sempat menyinggung bed occupancy rate (BOR) yang lumayan tinggi karena mencapai 80-90 persen. Total kapasitas ranjang rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Ponorogo berjumlah 100. Tingkat keterisiannya 80 hingga 90 pasien. Padahal, batas aman BOR yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO) sebesar 60 persen. ‘’Tapi, perlu digarisbawahi bahwa kasus baru, kasus aktif, dan angka kematian tidak ada kaitannya dengan BOR. Sejauh ini belum ada kasus pasien Covid-19 meninggal karena tidak ada bed,’’ paparnya. (mg4/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button