Madiun

Kasus Aktif Masih Tinggi, Kabupaten Madiun Terapkan PPKM Jilid II

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Madiun berlanjut ke jilid dua. Tersebab rapor penanganan pandemi masih berwarna merah. Baru satu dari empat indikator yang membaik selama 14 hari PPKM jilid satu. ‘’Mulai awal PPKM, tren kasus memang sudah menanjak,’’ kata Bupati Ahmad Dawami Selasa (26/1).

Kaji Mbing –sapaan bupati- menyebut, tiga dari empat indikator PPKM urung menunjukkan perbaikan. Angka kesembuhan (73,9 persen) masih di bawah rata-rata provinsi (85,50 persen) dan nasional (82,66 persen). Angka kematian (8,5 persen) juga masih lebih tinggi dari provinsi (6,96 persen) dan nasional (2,95 persen). Pun dengan kasus aktif, yang masih lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 14 persen. Di Kabupaten Madiun, kasus aktif mencapai 17,6 persen.

Baru indikator tingkat keterisian tempat isolasi yang sudah membaik. Turun 24 persen dibanding sebelum PPKM, dari awalnya 79,03 persen menjadi 54,72 persen. ‘’Karena kapasitas isolasi RSUD Dolopo dan RSUD Caruban sudah ditingkatkan,’’ sebutnya.

Kaji Mbing berjanji bakal serius menerapkan PPKM jilid dua. Dia tunjuk bukti ketegasan terhadap pelanggar prokes selama PPKM jilid satu. Tak kurang dari 8.204 teguran diberikan. Pun, sebanyak 828 pelanggar dikenai kerja sosial. Sebanyak 55 lainnya dikenai denda. Jumlah kendaraan yang telah ditindak mencapai 1.891 roda empat, 471 roda dua, dan 117 jenis kendaraan lain. ‘’Kami siap melanjutkan PPKM,’’ ucapnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close