Ponorogo

Kasus Aktif dan Kematian Tinggi, Ponorogo Masuk Zona Merah Lagi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Siklus itu berlangsung setiap lima hari. Peta zonasi risiko penularan Covid-19 di Ponorogo kembali memerah terhitung mulai Senin malam (5/7) setelah sempat oranye selama sepekan. Status daerah risiko tinggi kenaikan kasus coronavirus hingga masuk zona merah sempat disandang Ponorogo 24 Juni lalu. Status zona berubah oranye dengan risiko sedang mulai 29 Juni.

Kenyataan buruk menyandang zona merah tak lagi dapat ditolak. Kasus aktif Covid-19 melonjak setiap hari bersamaan angka kematian yang tak kunjung turun. Tanda-tanda memerah sebenarnya mulai kentara awal Juli lalu. Periode lima hari saja, terjadi lonjakan 137 kasus aktif Covid-19 hingga berjumlah 287. Bersamaan itu, sebanyak 22 nyawa melayang akibat ganasnya coronavirus dengan rata-rata lima kematian setiap hari. ‘’Tingkat kesembuhan rendah, kondisi ini mempertegas Ponorogo masuk zona merah kembali,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono Rabu (6/7).

Agus Pram –sapaan Agus Pramono– yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 itu menyebut bahwa skor Ponorogo sekarang ini melorot 1,69. Nilai yang terpaut jauh dari batas bawah zona risiko sedang atau oranye di angka 1,81. Skor sebelumnya adalah 1,92. ‘’Satu minggu terakhir kasus aktif dan angka kematian naik terus. Termasuk tinggi dibandingkan daerah lain. Meski zona oranye, tren kasusnya tetap tinggi,’’ bebernya. (mg4/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button