Pacitan

Karena Situasi Ekonomi Sulit, Pedagang Gua Gong Tolak Retribusi Naik

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Niatan Pemkab Pacitan menaikkan tarif retribusi sejumlah objek wisata ditanggapi dingin kalangan pedagang. Mereka meminta kenaikan tarif persentase 30 persen hingga 100 persen tahun depan itu ditunda. Salah satunya Gun, 35, pedagang pakaian di Gua Gong. Objek wisata yang termasuk delapan destinasi bakal naik retribusi. ‘’Jangan dulu, masalahnya situasi perekonomian saat ini cukup sulit,’’ katanya Kamis (5/12).

Gun meminta pemkab mempertimbangkan ulang kenaikan tarif. Sebab, dampaknya diyakini mengurangi jumlah kunjungan wisatawan. Tentunya berimbas pada berkurangnya pembeli. ‘’Kalau pemkab punya solusinya ya nggak masalah,’’ ujar warga Desa Bomo, Pacitan, tersebut.

Sokirin, 46, pedagang lainnya, menolak rencana kenaikan tarif. Warga Desa Wareng, Punung, itu berharap tiket masuk Gua Gong sesuai yang berlaku saat ini. Yakni, Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 15 ribu dewasa. ‘’Tarif biasa biar pengunjung yang datang bisa banyak,’’ harapnya.

Retribusi Gua Gong direncanakan naik Rp 5.000 untuk tiap kategori sekali masuk. Anak-anak menjadi Rp 10 ribu dan dewasa Rp 20 ribu. Ihwal wacana pemkab, Sokirin telah mengetahuinya. Pihak dinas pariwisata pemuda dan olahraga (disparpora) telah menyosialisasikan latar belakang kenaikan. ‘’Katanya, pengunjung mau dibatasi. Supaya stalaktit dan stalakmit tidak terkena polusi,’’ ujar anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat itu.

Sokirin kurang bisa menerima dalih menjaga kelestarian sumber daya alam objek wisata. Baginya, polusi itu bukan dipengaruhi banyak-tidaknya jumlah pengunjung. Melainkan lampu di dalam gua. Paparan panas ditengarai sebagai pemicu rusaknya stalakmit dan stalaktit. ‘’Lebih baik, lampunya yang dikurangi. Jangan jumlah pengunjung,’’ pintanya.

Sebelumnya, rencana Pemkab Pacitan menaikkan tarif retribusi delapan objek wisata tahun depan tak terbendung. Draf perubahan ketiga Perda 21/2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga telah disodorkan ke bagian hukum setdakab. Proposal yang sekaligus memasukkan usulan kenaikan tarif juga telah dipaparkan ke bupati. Persentase kenaikannya muncul tanpa standardisasi. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button