Ponorogo

Karantina 34 Santri Temboro, Enam Di-Rapid Test, Satu Reaktif

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Upaya pencegahan penyebaran virus korona terhadap laporan baru kasus positif di lingkungan pondok pesantren di Desa Temboro, Karas, Magetan, ditelusuri. Hingga Rabu (22/4) tracing masih berlangsung.

Tim tracing mendata ada 34 orang yang menjadi santri ponpes itu masuk ke Ponorogo. Beberapa di antaranya merupakan pendatang. Selanjutnya mereka menjalani rapid test untuk memastikan reaktif atau nonreaktif. Bagi yang reaktif, mereka menjalani swab test. Sedangkan yang nonreaktif, cukup isolasi.

Bupati Ipong Muchlissoni mengatakan, tes cepat sementara dilakukan pada enam orang santri. Hasilnya, seorang santri dinyatakan reaktif. Dia beserta santri lainnya diminta untuk menjalani isolasi di tempat karantina yang sudah disediakan pemkab. ‘’Kami sudah perintahkan. Tidak ada yang isolasi mandiri. Harus di tempat yang disediakan,’’ kata Ipong.

Pihaknya memastikan penelusuran keberadaan santri dari Temboro itu bakal menjadi perhatian khusus Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo. Hanya, Ipong belum bisa memerinci hasil penelusuran itu. Karena data dimungkinkan terus bergerak. ‘’Santri dari Temboro harus mendapat perlakuan khusus,’’ ujarnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ponorogo, pihak Kelurahan Kertosari mulai memberlakukan karantina terhadap seorang santri perempuan asal Kalimantan Timur. Dia datang ke Ponorogo bersama dua santri asal Temboro yang berdomisili di Desa Cekok, Kecamatan Babadan.

Lurah Kertosari Muhammad Mudhofir mengatakan, dari hasil pemeriksaan didapati bahwa santri berusia 19 tahun itu terpaksa ikut tinggal bersama saudaranya di Ponorogo karena kesulitan mendapatkan tiket pulang ke Kalimantan. Pihaknya memastikan yang bersangkutan telah menjalani rapid test. Hanya, hasilnya belum diketahui. ‘’Kondisinya sehat, tidak ada keluhan apa pun. Awalnya ingin ke sanak saudara di Kertosari. Tapi, sesuai instruksi bupati, siapa saja yang dari Temboro harus diisolasi di kantor desa atau kelurahan,’’ jelasnya. (naz/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close