Pacitan

Kapolres Pacitan Larang Anggotanya Andok di Warung Saat PPKM

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Polisi dilarang andok di warung, kafe, maupun restoran. Meski pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terbaru telah melegalkan layanan di tempat.

Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, larangan makan di tempat itu berlaku bagi seluruh anggotanya. Baik di polres maupun polsek. Bila kedapatan andok, siap-siap diminta push-up di tempat. ‘’Kebijakan ini khusus anggota, bukan masyarakat umum,’’ tegasnya, Senin (2/8).

Larangan tersebut guna mengantisipasi anggota kepolisian terpapar korona. Mengingat, saat makan tak jarang kedapatan anggota asyik ngobrol satu sama lain. Pun, dengan orang asing. Padahal, tak ada jaminan mereka terbebas dari jangkitan korona. ‘’Saat ngobrol itu, potensi droplet tinggi. Percuma saja dari rumah pakai masker rangkap dua, tapi ketika sampai warung asyik makan dan ngobrol,’’ ujarnya.

Bukannya Wiwit antipati terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Makan di tempat memang dilarang. Namun, anggotanya tetap diwajibkan berbelanja di warung dan pedagang kaki lima (PKL). Dengan begitu, roda perekonomian masyarakat di sekitar kantor polisi tetap berputar. ‘’Akhir pekan lalu kami galakkan gerakan borong makanan pedagang. Anggota kita kasih duit, digunakan membeli makanan di warung lalu dibagikan ke warga,’’ ungkapnya. (gen/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button