Madiun

Kandang Ambruk Tergerus Banjir, 200 Ekor Ayam Mati, Merugi Rp 400 Juta

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Banjir Senin (2/11) bikin Agus Santoso, warga Desa Kedungjati, Balerejo, Kabupaten Madiun, merugi ratusan juta rupiah.

Sedikitnya 200 ekor ayam pedaging yang diternaknya mati tertimpa kandang. Konstruksinya berbahan kayu tidak kuat menahan luapan Sungai Jeroan. ‘’Kerugian ditaksir Rp 400 juta karena ayam siap panen,’’ kata Camat Balerejo Imam Nurwedi.

Kandang dua tingkat itu ambruk sekitar pukul 13.00. Ketika air nyaris menggenangi tingkat pertama, Agus bersama anak buahnya mengevakuasi ayamnya ke tingkat dua. Belum sampai rampung, kandang berisi 9.000 ekor ayam itu ambruk lebih dulu. Beruntung, tidak ada korban jiwa. ‘’Selain bangunan yang tidak kuat, kontur tanahnya juga tidak stabil karena tergenang banjir,’’ terangnya.

Imam menyebut, bisnis ternak ayam Agus bekerja sama dengan pihak ketiga. Komunikasi mengenai kemungkinan biaya ganti rugi oleh perusahaan itu telah dilakukan. ‘’Ayam yang masih hidup diamankan,’’ ujarnya.

Informasi yang dihimpun, banjir akibat hujan seharian kemarin dan Minggu malam (1/11) merendam sembilan desa. Terbanyak di Kecamatan Balerejo dan Pilangkenceng dengan tiga desa.

Di Desa Banjarsari, Kecamatan/Kabupaten Madiun, banjir mengganggu proses pembangunan Dam Piring 3. Konstruksi dam yang tengah dibuat tersisa kerangka besi. Sebagian material berupa pasir dan batu ikut hanyut. ‘’Air sungai sampai meluber dan menggenangi rumah sebagian warga,’’ kata Kepala Desa Banjarsari Welly Subroto.

Welly menerangkan, pembangunan Dam Piring 3 dikerjakan Pemprov Jawa Timur. Rekanan pelaksana mulai bekerja Oktober lalu. Diawali dengan membongkar bekas tanggul sungai. Namun, beberapa hari kemudian hujan intens mengguyur. Pengerjaannya mendadak berhenti. ‘’Jadi, tanggul yang seharusnya mampu menahan air luapan, pada akhirnya jebol dan menggenangi sebagian permukiman,’’ terangnya.

Rekanan pelaksana, kata dia, responsif terhadap kerusakan. Mereka membuat tanggul darurat dari kantong sak berisikan pasir. ‘’Kami mengapresiasinya,’’ ujar kades.

Welly menyebut, air sungai meluap sekitar pukul 04.30. Penyebabnya aliran di pintu tanggul tersumbat sampah. Pembersihan manual pun dilakukan. ‘’Sampah datangnya dari hulu. Sebelumnya kami rutin membersihkan sampah sekali sepekan,’’ ucapnya. (mg4/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button