Ngawi

Kanang terkait Kasus Karaoke Ilegal yang Libatkan Oknum ASN

Ancam Pecat jika Ulangi Kesalahan

‘’Ya kalau didenda harus bayar, kalau mengulangi lagi kesalahannya akan kami pecat.’’ Budi Sulistyono, Bupati Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kasus pelanggaran peraturan daerah (perda) yang dilakukan HR yang berbuah denda Rp 50 juta dinilai mencoreng citra aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Ngawi. Pun, Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono memberikan warning keras kepada oknum tersebut.

Sebagai pejabat pembina kepegawaian (PPK), Kanang menegaskan bahwa HR yang terbukti bersalah harus melaksanakan hukumannya. ‘’Ya kalau didenda harus bayar, kalau mengulangi lagi kesalahannya akan kami pecat,’’ tegas Kanang Jumat (13/12).

Kanang menyesalkan adanya pelanggaran perda oleh abdi negara tersebut. Sebab, ASN seharusnya dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. ‘’Kalau soal sanksi, pasti nanti ada sanksinya, entah ringan atau sedang’’ imbuhnya.

Ditanya soal keluhan HR seputar pengurusan izin usaha karaoke yang tak kunjung klir, Kanang menegaskan bahwa pemkab tidak akan menerbitkan lagi izin untuk rumah karaoke. Kecuali jika layout-nya dibuat menyerupai restoran atau kafe yang terbuka.

Sementara, Satpol PP Ngawi mengamini kabar masih adanya beberapa tempat hiburan malam (THM) lain di Ngawi yang tidak berizin. Pun, berjanji dalam waktu dekat akan memberikan peringatan bakal menutup usaha ilegal tersebut. ‘’Kami harap kasus HR bisa jadi pelajaran bahwa kami tidak segan untuk menindak tegas kalau tidak bisa diperingatkan,’’ kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Ngawi Arif Setiyono.

Diberitakan sebelumnya, dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Ngawi Kamis lalu (12/12) HR dijatuhi denda Rp 50 juta subsider kurungan penjara dua bulan. Itu hukuman maksimal sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2017 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). HR dinyatakan bersalah atas penyelenggaraan usaha hiburan malam tanpa izin. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close