Pacitan

Kambing Dimangsa Anjing, Peternak Pergoki dengan Mata Kepala Sendiri

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Anjing. Pemangsa puluhan ekor kambing di Kebonagung itu akhirnya berhasil dipergoki warga. Sayangnya, hewan liar pelarian dari hutan itu berhasil melarikan diri saat dikejar. ‘’Begitu melihat anjing itu saya buru-buru cek kandang. Ternyata benar. Tiga kambing saya mati,’’ ungkap Tukiyat, peternak di Dusun Krajan, Desa Kalipelus.

Tukiyat melihat anjing hutan itu dua pekan lalu. Saat dirinya hendak berangkat memancing di Pantai Srengit sekitar pukul 04.00. Saat menapaki persawahan dekat kandang, Tukiyat dibuat penasaran dengan lolongan suara kambing. ‘’Badannya kecil, bulunya cokelat kehitaman, dan ekornya putih,’’ terang peternak 60 tahun itu.

Setengah kaget, Tukiyat refleks mengejar hewan karnivora itu. Keberadaannya terlihat jelas karena sempat disoroti dengan lampu senter yang dibawanya. ‘’Tapi kabur,’’ ujarnya.

Sejak puluhan tahun silam, ramai habitat anjing hutan di seputaran Kalipelus. Namun, baru sekarang ini mereka keluar hutan dan memangsa ternak warga. Hingga merenggut puluhan ekor kambing di tiga desa. ‘’Bekas luka di leher kambing juga identik dengan gigitan anjing,’’ sebutnya.

Namun, terus berjatuhannya korban membuat pria 60 tahun itu kian yakin bahwa hewan tersebut jadi dalang matinya ternak belakangan. ‘’Kan ciri-cirinya juga sama dengan bekas gigitan di kambing,’’ imbuhnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Aswin Rikha Wijaya menilai fenomena kemunculan anjing hutan itu tak lepas dari kemarau panjang yang berlangsung beberapa bulan terakhir. Sampai kini, beberapa kecamatan di Pacitan masih kesulitan air bersih. Termasuk Kebonagung. Itu yang membuat hewan buas mencari mangsa ke luar hutan. ‘’Kami imbau warga mendekatkan kandang ternak ke rumah masing-masing. Agar tidak jauh dari pengawasan,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Timur memastikan kematian masif puluhan kambing bukan tersebab penyakit. Kepastian itu didapat setelah dilakukan pemeriksaan klinis dengan mengambil sampel untuk diuji di laboratorium. ‘’Matinya bukan karena penyakit hewan,’’ tegas Sugiono, kepala UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Disnak Jatim di Tuban. (gen/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close