Madiun

Kali Ketiga Semprot Disinfektan Ponpes DMA

Sterilisasi Ruang Mengaji Santri

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Mekar Agung (DMA), Pucanganom, Kebonsari, Kabupaten Madiun, disemprot cairan disinfektan Minggu (21/6).

Mulai ruang mengaji hingga kamar para santri. ‘’Penyemprotan ini berhubungan dengan rencana kedatangan santri tahap ketiga dari luar Jawa,’’ kata Koordinator Pusdalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi.

Sebanyak 153 santri dijadwalkan tiba hari ini. Sebelumnya, ponpes telah menerima kepulangan 483 dan 78 santri secara bertahap sejak 8 Juni. Sebagai upaya menekan penularan Covid-19, GTPP memperkuat protokol kesehatan di internal ponpes. Salah satunya lewat penyemprotan disinfektan. ‘’Habis sekitar 75 liter,’’ sebutnya.

Zahrowi menegaskan, sterilisasi berupa penyemprotan disinfektan sebatas pencegahan. ‘’Yang terpenting membiasakan hidup berdampingan dengan Covid-19 melalui perubahan perilaku sesuai protokol kesehatan,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Pesantren Dulu, baru Pendidikan Formal

PROTOKOL ketat diterapkan di lingkungan ponpes. Bupati Madiun Ahmad Dawami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak sebelum mengizinkan menerima kepulangan santri. ‘’Pimpinan-pimpinan ponpes sepakat membatasi aktivitas keluar santri,’’ katanya.

Kesehatan para santri diperiksa sebelum masuk ponpes. Mulai cek suhu hingga tes cepat Covid-19. GTPP Covid-19 telah me-rapid test ratusan santri. Hasil keseluruhan nonreaktif. ‘’Lingkungan ponpes juga disemprot disinfektan,’’ ujar bupati.

Kaji Mbing, sapaan akrab bupati, menjelaskan alasan mengaktifkan kembali pendidikan di pesantren. Sementara, untuk pendidikan formal masih harus melihat perkembangan korona. Menurut dia, aktivitas sehari-hari santri terbatas. Hanya di lingkungan pesantren, tidak sampai keluar. Di sisi lain, pembelajaran reguler belum diperbolehkan. ‘’Kalau pelajar mesti pergi-pulang ke sekolah setiap hari. Sehingga potensinya (terpapar virus) lebih tinggi,’’ paparnya.

Sementara, bupati masih menunggu situasi dan kondisi Covid-19 untuk menormalkan kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas. Hingga kemarin petang, 11 pasien korona masih dirawat di rumah sakit dari total 34 kasus. ‘’Sesuai pernyataan mendikbud (Nadiem Makarim), daerah zona hijau yang diperbolehkan melaksanakan KBM,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close