Madiun

Kalau Tidak Pandemi, Satu Train Set KRL Joglo Mampu Angkut 670 Penumpang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Revitalisasi KRL Joglo dimulai pada 2018. Nilai kontraknya 1/10 dari nilai kontrak produk barunya. Banyak perubahan di KRL Joglo itu. Perbedaan mencolok dari sisi tampilan. Warna dasar tetap silver dengan kombinasi merah. Di bagian kanan-kiri bawah ditambah kombinasi corak batik perpaduan warna merah dan putih. ‘’Corak batik ini menjadi ciri khas bahwa ini produk anak bangsa,’’ tuturnya.

Motif batik juga dihadirkan pada interior. Seluruh interior diganti total. Mulai kursi, dinding, hingga bagasi. Beberapa onderdil juga diremajakan. Semisal roda kereta sebagian diganti baru. Seluruh pengerjaannya ditangani 1.600 pekerja dengan sistem ban berjalan atau tack. ‘’Didesain anak bangsa dengan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) lebih dari 40 persen,’’ sebutnya.

Bambang mengungkapkan, proyek revitalisasi itu sempat terkendala beberapa waktu. Penyebabnya lockdown di beberapa negara Eropa saat Covid-19 melonjak. Sekadar diketahui, komponen dari beberapa negara seperti Jerman menyentuh 55 persen. ‘’Tidak lama, tapi sempat mundur, seperti perbaikan roda gearbox dan pergantian roda di Eropa. Dua komponen ini saling terkait, sehingga harus menunggu otoritas negara terkait,’’ jelasnya.

Dia membeberkan, dalam kondisi normal satu train set KRL dapat menampung total 670 penumpang. Baik duduk maupun berdiri. Sedangkan kondisi beban penuh di luar pandemi mencapai 954 penumpang. KRL ini ditopang suplai daya mencapai 1.500 VDC. Dengan kecepatan maksimal 100 kilometer per jam. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button