Madiun

Kalah Gugatan, Jual Beli Tak Disahkan

Kejar Keadilan ke Pengadilan Tinggi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penghuni Rawa Bhakti Residence mengejar keadilan ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur. Mereka mengajukan banding setelah sidang perkara nomor 23/PDTG/2020/PN ditolak di Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun.

Rio Saputra menyatakan permohonan banding dilakukan agar warga kembali mendapatkan hak hunian yang semestinya didapatkan. Hingga saat ini masih menunggu permohonan itu dikabulkan. ‘’Putusan ditolak. Ada permasalahan luar biasa di belakang itu. Ada pertimbangan yang tidak berpihak kepada kita,’’ kata kuasa hukum penghuni Rawa Bhakti Residence (RBR) itu.

Permohonan warga, tegas Rio, sederhana. Yakni, pengesahan jual beli. Sebab, warga telah melakukan pembelian rumah. Sudah semestinya pula warga mendapatkan sertifikat hak milik (SHM). ‘’Saya berkomitmen memperjuangkan warga yang mencari keadilan. Bagaimanapun mereka adalah warga yang semestinya dilindungi negara. Jangan sampai timbul permasalahan sosial dampak dari polemik PT HMP dengan Bank Muamalat,’’ lanjutnya.

Sebelumnya, Humas PN Kota Madiun Endratno Rajamai menjelaskan terdapat dua perkara terkait warga dengan PT Bank Muamalat Indonesia maupun PT Hasta Mulya Putra (HMP) selaku pengembang. Pertama, perkara yang digugat warga perumahan Rawa Bhakti Residence. ‘’Perkara ini sudah diputus pada 9 September lalu. Gugatan tidak dapat diterima,’’ kata Raja Selasa lalu (29/9).

Kedua, perkara nomor 20/2020 antara Mujianto dengan PT HMP. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, perkara kedua ini sudah memasuki agenda putusan Kamis (1/10). Nasibnya sama, upaya hukum dari penggugat tidak dapat diterima alias ditolak PN Kota Madiun.

Raja menyatakan perkara yang terkait dengan PT HMP, PT Bank Muamalat Indonesia, dan warga Kota Madiun baru tahun ini sampai di meja hijau. ‘’Baru tahun ini ada perkara seperti ini,’’ ujar Raja.

Upaya warga Rawa Bhakti Residence lainnya yakni perlawanan terhadap eksekusi sita di Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun yang masih dalam persidangan. Buntut dari persoalan PT HMP dengan PT Bank Muamalat Indonesia. Sejauh ini terdapat 12 unit yang ditetapkan sebagai objek lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun. Perinciannya, delapan unit di Rawa Bhakti Residence dan empat di Bumi Citra Legacy (BCL). Sampai kini, belasan rumah bermasalah itu masih ditempati penghuni yang telah melakukan pembayaran rutin bahkan pelunasan. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close