PacitanPendidikan

Kalah Favorit, SMPN 3 Sulit Memenuhi Pagu

PACITAN – Megahnya gedung baru SMPN 3 Pacitan tak mampu menarik minat wali murid untuk mendaftarkan anaknya. Buktinya, hingga detik-detik terakhir penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019, sekolah ini masih kesulitan memenuhi pagu. Padahal promosi dan sosialisasi sudah gencar dilakukan. ‘’Animo masyarakat masih rencah. Masuk ke SMPN 1 dan 2, baru ke 3,’’ kata Hadi Wijanarko, wakil kepala SMPN 3 Pacitan, Kamis (27/6).

Hingga pukul 11.00, hanya 88 calon peserta didik baru yang mendaftar di sekolah ini. Padahal pagu sekolah ini 224 murid dengan tujuh  rombongan belajar (rombel). Dengan begitu, jumlah pendaftar tak mencapai 50 persen dari pagu. Pun sejak hari pertama dan kedua PPDB pendaftar tergolong lesu. ‘’Justru sebelum pendaftaran sudah ada yang tanya dan mempersiapkan pendaftaran sekitar 45 anak,’’ ungkapnya.

Dari tahun ke tahun jumlah pendaftar di SMPN 3 Pacitan kian berkurang. Kelas IX yang lulus lalu 119 siswa. Tahun berikutnya jumlah 94 peserta didik kelas VIII. Dia berharap tahun ini murid melampaui jumlah lulusan lalu. ‘’Harapan kami tentu mendekati pagu. Minimal lebih 100 pendaftar,’’ tuturnya.

Dia menambahkan beragam cara telah dilakukan untuk menarik animo calon siswa mendaftar. Sekolah di lingkungan Pojok, Sidoharjo, itu terus melengkapi sarana dan prasana seperti komputer dan ruang kelas. Pihaknya juga menyediakan seragam gratis sejak dua tahun terakhir. Anggaran untuk program tersebut berasal dari sebagian tunjangan sertifikasi para pengajar. Bahkan, siswa kurang mampu disediakan asrama. ‘’Ternyata tidak begitu berpengaruh. Bahkan sekolah ini sudah bagus,’’ ungkap Hadi.

Hadi menduga image sekolah yang kalah favorit dengan sekolah lain membuat para wali murid enggan mendaftarkan anaknya ke SMPN 3 Pacitan. Pun sistem zonasi tak terlalu berdampak pada jumlah siswa yang mendaftar. Berbeda jika sistem tersebut diklasifikasikan berdasar jarak rumah dengan sekolah seperti tingkat SLTA. ‘’Sekarang masih dalam satu kecamatan jadi lingkupnya luas,’’ jelasnya.

Meski PPDB telah berakhir, pagu yang kosong bakal diisi melalui pendaftaran gelombang kedua 29 Juni hingga 2 Juli mendatang. Namun dia memprediksi jumlah siswa yang mendaftar tak akan sebanyak sebelumnya. ‘’Biasanya gelombang ke dua tidak begitu berpengaruh karena banyak yang sudah dapat sekolah,’’ pungkas Hadi. (gen/sat)