Madiun

Kalah Bersaing pada Pengadaan Seragam ASN, Perajin Batik Lokal Terpental

MADIUN – Kelompok batik di Kota Madiun harus gigit jari. Mereka dirasa masih kesulitan bersaing dengan industri batik dari luar daerah. Hal itu dapat dibuktikan dengan dilaluinya proses pengadaan kain batik tradisional keris Pemkot Madiun melalui lelang.

Pagu anggarannya juga terbilang fantastis. Sebesar Rp 1,6 miliar. Dan, sudah ada pemenangnya. Yaitu, CV Ladang Berlian dari Jombang. Saat ini tahapannya masuk masa sanggah.

Wali Kota Madiun Maidi mempunyai alasan tersendiri mengapa pengadaan kain batik tradisional keris untuk ASN pemkot itu harus ’’impor’’ dari luar daerah. Menurutnya, harga kain batik produk lokal kelewat mahal. ’’Harga (kain) batik lokal dengan melalui lelang hampir 100 persen. Jadi, kalau lelang itu harganya Rp 100 ribu, kain batik lokal itu mencapai Rp 170 ribu–Rp 175 ribu,’’ terangnya.

Maidi menilai persaingan harga itu tidak kompetitif. Namun, mantan sekda Kota Madiun itu buru-buru punya anggapan berbeda untuk mengakomodasi para perajin batik lokal tersebut. Seperti berencana melakukan pengadaan batik di masing-masing OPD secara terpisah tanpa melalui lelang. ‘’Kalau pengadaan tiap OPD nanti bisa merangkul perajin batik lokal. Tapi, jika jadi satu seperti sekarang kan tidak mungkin,’’ ungkap Maidi.

Sebenarnya dalam tahapan lelang terbuka terdapat sejumlah perajin batik lokal yang terdaftar menjadi peserta. Hanya, mereka kalah dalam segi penawaran. Meski demikian, Maidi menjanjikan bakal mengakomodasi para pelaku UMKM batik itu untuk mendapatkan proyek. ’’Kalau nanti (pengadaan) per OPD nggak sulit. Insya Allah akan kami tata seperti itu,’’ ujarnya.

Soal adanya perajin batik lokal yang protes, Maidi mengaku tak tahu-menahu. Yang jelas, pemkot sudah memberikan peluang para perajin batik lokal mengikuti proses lelang. Tapi, hasilnya mereka kalah tender. ‘’Karena perajin batik lokal Madiun banyak, nanti akan kami evaluasi,’’ ucapnya. (her/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close