Mejayan

Kajian Pemekaran Kecamatan Tertunda

Sudah Dianggarkan, Batal karena Covid-19

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Wacana pemekaran kecamatan di Kabupaten Madiun belum juga menapaki garis start. Pemkab urung menggelar kajian teknis sebagaimana yang direncanakan akhir 2019. Pandemi Covid-19 menjadi musabab tertundanya telaah pengirisan kecamatan ”gemuk” tersebut. ‘’Sebetulnya sudah masuk anggaran tahun ini, tapi karena pandemi belum bisa dilakukan,’’ kata Kabag Administrasi Tata Pemerintahan Setdakab Madiun Soedjiono Rabu (15/7).

Diketahui, kalangan DPRD mendorong pemekaran kecamatan di wilayah timur dan selatan pertengahan tahun lalu. Urgensi pembentukan daerah otonomi baru (DOB) itu mengakomodasi belum meratanya pelayanan publik. Terutama daerah terpencil imbas perpindahan pusat pemerintahan (puspem) dari Kota Madiun ke Caruban.

Gayung bersambut, pemkab punya pemikiran serupa. Malahan, sudah berkonsultasi dengan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri akhir 2018. Pembentukan kecamatan baru tidak sekadar mengacu Peraturan Pemerintah (PP) 17/2018 tentang Kecamatan. Melainkan juga perlu kajian teknis melibatkan akademisi.

Soedjiono menjelaskan, kajian teknis meliputi kesiapan dan kelayakan sebuah wilayah menjadi kecamatan baru. Rencananya, pemekaran menggunakan sistem comot wilayah. Dua desa berbatasan di dua kecamatan digabung menjadi satu wilayah administrasi baru. Tujuannya menjaga keseimbangan jumlah desa di setiap kecamatan. ‘’Prosesnya bakal panjang karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi,’’ ujarnya.

Sesuai PP 17/2018, satu kecamatan idealnya memiliki 10 desa atau kelurahan sesuai pembentukan kecamatan baru. Menilik syarat tersebut, Soedjiono tidak memungkiri bahwa nyaris seluruh kecamatan di kabupaten ini potensial untuk dimekarkan. Misalnya, Kecamatan Balerejo dengan 18 desa dan Kecamatan Geger dengan 19 desa. Akan tetapi, jumlah desa bukan tolok ukur satu-satunya. ‘’Perlu pendalaman, seperti jumlah penduduk dan luas wilayah,’’ terangnya.

Sayangnya, Soedjiono enggan membeber kecamatan yang jadi fokus kajian. Catatan Radar Caruban Juni 2019, Wakil Bupati Hari Wuryanto sempat menyebut empat kecamatan paling memungkinkan dimekarkan. Yakni, Geger dan Dagangan (wilayah selatan) serta Balerejo dan Pilangkenceng (wilayah utara). (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close