Mejayan

Kaji Mbing Minta Track Bagus Penanganan Covid-19 Dipertahankan

Jangan Terlena Zona Hijau

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Ini data yang berbicara. Kasus Covid-19 di Kabupaten Madiun menunjukkan tren positif dalam dua pekan terakhir. Nihil penambahan pasien positif dan yang dirawat tersisa tiga dari total 35. ‘’Jangan sampai ada euforia. Saat ini masih masa transisi new normal,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami dimintai tanggapan kemungkinan Kabupaten Madiun menjadi zona hijau atau tak terdampak Senin (6/7).

Dalam peta sebaran Covid-19 Pemprov Jawa Timur kemarin, Kabupaten Madiun masih zona kuning alias berisiko rendah. Data yang dihimpun, pasien ke-35 terkonfirmasi positif 24 Juni lalu. Dengan demikian, 12 hari berlalu tidak ada penambahan. Selain itu, sejak temuan kasus pertama 31 Maret, nihil pasien meninggal dunia. Menanggapi itu, Kaji Mbing, sapaan bupati, meminta masyarakat tidak terlena. ‘’Target new normal adalah aman dari Covid-19 dan produktif,’’ ujarnya.

Kaji Mbing tidak memungkiri bahwa kondisi saat ini mengarah pada kemungkinan menjadi zona hijau. Bila kelak terealisasi, capaian itu diharapkan tidak terkesan sekadar numpang lewat. ‘’Becermin dari daerah lain, jangan sampai yang sudah zona hijau kembali ke zona merah,’’ tuturnya.

Demi mewujudkannya, seluruh kepala desa (kades) dan kelurahan diberi arahan mempertahankan track bagus penanganan Covid-19. Arahan tersebut disampaikan bupati lewat video telekonferensi kemarin. ‘’Menjaga itu lebih sulit, tidak boleh ada euforia yang nanti malah terjadi ledakan kasus baru,’’ imbuh Kaji Mbing.

Kaji Mbing menyatakan, standard operating procedure (SOP) yang harus ditaati masyarakat tengah disiapkan. Protokol tetap (protap) itu bakal disampaikan ke publik apabila kasus positif sudah habis. Penekanannya, masyarakat membiasakan melakukan sesuatu yang semula dianggap kurang wajar. Antara lain mengenakan masker dan jaga jarak. ‘’Pakai masker jangan dinilai perintah, tapi kebutuhan untuk keselamatan bersama,’’ ucapnya. (den/c1/cor)

Mayoritas Kasus dari Luar Daerah

SEMENTARA, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Madiun Mashudi menyatakan, kesehatan tiga pasien korona menunjukkan perkembangan yang baik. Dua pasien dari Kecamatan Saradan dirawat di RSUD Caruban dan satu asal Dolopo di RSUD Dolopo. ‘’Semoga segera menyusul 32 pasien lainnya,’’ ujarnya Senin (6/7).

Bila dirunut, pasien positif Covid-19 pertama Kabupaten Madiun terkonfirmasi 31 Maret. Pasien itu warga Kecamatan Geger yang tertular dari klaster Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Setelah itu, berturut-turut pasien yang terinfeksi virus asal Wuhan, Tiongkok, itu bertambah.

Sebanyak 34 pasien selama 83 hari. Penularannya dari klaster ponpes Temboro, Magetan; Surabaya; dan Jakarta. Beberapa pasien belum diketahui asal muasal tertularnya. ‘’Kebanyakan kasus berasal dari luar daerah,’’ katanya.

Mashudi menyebut, pasien positif korona tersebar di 10 kecamatan. Perinciannya, Kecamatan Kebonsari (10), Saradan (6), Dagangan (4), dan Mejayan serta Geger (3). Masing-masing dua di Kecamatan Dolopo, Wungu, Jiwan, dan Balerejo, serta satu di Madiun. ‘’Penanganan dilakukan sesuai ketentuan. Mulai penyemprotan disinfektan, tracing, perawatan medis, hingga sosialisasi protokol kesehatan,’’ terangnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close