Advertorial

Kaji Mbing-Hariwur Genap 3 Tahun Pimpin Kabupaten Madiun

Berbagai Indeks Pembangunan Tetap Tumbuh

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Banyak sudah perubahan positif dari berbagai aspek kehidupan di Kabupaten Madiun selama tiga tahun terakhir. Itu tidak terlepas dari tangan dingin kepemimpinan Bupati Ahmad Dawami dan Wakil Bupati (Wabup) Hari Wuryanto kendati bencana bergiliran datang saban tahun.

Ya, beberapa bulan setelah Kaji Mbing dan Hariwur –sapaan akrab Ahmad Dawami dan Hari Wuryanto- dilantik pada 24 September 2018, banjir menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Madiun. Pun, sepanjang 2020 dan 2021, datang bencana tak kalah ganas. Yakni, pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir.

Banjir ditangani di wilayah hulu dengan penanaman tanaman resapan. Sementara, Covid-19 diatasi dengan mengubah perilaku masyarakat melalui disiplin prokes. ‘’Terkait Covid-19, itu kondisi extraordinary. Jadi, respons dan sikap harus menyesuaikan, perlu kecepatan dan ketepatan,’’ ungkap Kaji Mbing, sapaan akrab Bupati Ahmad Dawami, Kamis (23/9).

Tiga tahun sudah masa kepemimpinan diuji dengan sejumlah bencana. Namun, hal tersebut tak lantas menyurutkan semangat meraih prestasi (selengkapnya lihat grafis). Di sisi lain, berbagai indeks pengukur keberhasilan pembangunan tetap tumbuh.

Indeks rasa aman, misalnya, naik dari 66,97 pada 2019 menjadi 69,88. Sedangkan indeks reformasi birokrasi 70,45 (2019) dan 70,55 (2020), indeks pembangunan manusia 71,69 (2019) dan 71,73 (2020), serta indeks kualitas lingkungan hidup 75,44 (2019) dan 76,55 (2020). Sementara, indeks kesalehan sosial 61,67 (2019) dan 61,90 (2020).

Kaji Mbing mengungkapkan, semua indeks itu di angka baik. Tanda keseriusan dalam memajukan daerah. Pun, dia optimistis tahun depan semakin membaik dengan kerja lebih keras lagi. ‘’Dikejar yang tertinggal dan mempertahankan serta meningkatkan yang sudah dipegang,’’ ujarnya.

Fondasi kesiapan kondisi tak terduga seperti bencana mulai disiapkan jauh hari sebelumnya. Kaji Mbing membangun kesiapan itu dari pinggiran. Yakni, di ratusan desa yang ada di Kabupaten Madiun. Salah satunya dengan menaikkan alokasi dana desa (ADD) menjadi 20 persen.

Mulai perencanaan hingga evaluasi dikawal. Intervensi itu dibarengi kewajiban membentuk masyarakat yang berdaya. Empat ruh visi yang diusung dapat diraih berkesinambungan. ‘’Ada one team one dream dengan semua itu sehingga bersama-sama bisa merasakan manfaatnya. Selama pandemi ini kita tertolong dan bertahan,’’ ungkapnya.

Satu poin penurunan yang tak terelakkan, sebagaimana dialami semua daerah, adalah angka pertumbuhan ekonomi. Angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun turun dari 5,42 pada 2019 menjadi -1,69 di 2020. ‘’Semua OPD terintegritas dan bertanggung jawab. Ada leading dan pendukung untuk pemulihan ekonomi. Dengan irama seperti itu, target pertumbuhan ekonomi minimal kembali ke 5,42,’’ ujarnya. (den/isd/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button